Pemerintah Percepat Rehabilitasi Mangrove di Bangka Belitung

Antara, · Selasa 26 Oktober 2021 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 340 2492112 pemerintah-percepat-rehabilitasi-mangrove-di-bangka-belitung-gxdgnYOJmj.jpg Pemerintah percepat rehabilitasi mangrove/ Okezone

BABEL - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) mempercepat rehabilitasi mangrove guna mendukung pemerintah dalam upaya mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC).

(Baca juga: Jokowi Tanam Mangrove Bareng Dubes Negara Sahabat dan Masyarakat Tana Tidung)

Kepala Kelompok Kerja Hubungan Masyarakat BRGM, Didy Wurjanto, mengatakan, percepatan rehabilitasi mangrove itu salah satunya dilakukan di Desa Kurau Barat, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, target penanaman mangrove seluas 10 hektare itu sudah rampung dilakukan.

(Baca juga: Menanam Mangrove Tidak Rumit, Kok!)

Dia menambahkan, dalam kegiatan rehabilitasi mangrove itu, BRGM juga melibatkan masyarakat sehingga bisa meningkatkan perekonomian mereka.

"Kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilakukan di Bangka Tengah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ujarnya.

Menurutnya, mayoritas kawasan yang akan direhabilitasi mangrove adalah bekas kegiatan tambang sehingga perlu perlakuan khusus agar mangrove yang ditanam dapat berlangsung tumbuh secara berkelanjutan, lanjutnya.

Selain meningkatkan perekonomian, kegiatan rehabilitasi ini mendukung visi Presiden Joko Widodo yang menargetkan rehabilitasi mangrove di seluruh Indonesia seluas 34.000 hektare.

"Juga untuk memenuhi komitmen Indonesia dalam Paris Agreement dalam mengatasi perubahan iklim yang terjadi di dunia," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Gempa 01, Yasir mengatakan terdapat beberapa kendala dalam menyelesaikan penanaman mangrove.

"Kendala pertama itu adalah jarak, kondisi agak jauh dari tempat kita, sekitar hampir lima kilometer (km), jalanannya juga berlumpur. Selain itu mungkin dari kondisi cuaca, kalau lagi pasang tinggi ya kami berhenti, kalau sedang surut baru kami lanjut jalan," ujarnya.

Yasir berharap, rehabilitasi mangrove tak hanya sebatas penanaman tapi dilanjutkan dengan pemeliharaan.

"Mangrove ini bukan hal mudah yang kalau ditanam itu langsung tumbuh, sehingga harus ada pemeliharaan. Misalnya saja di Bangka Tengah ini kan kerap ada pasang tinggi, diikuti adanya gelombang ombak, jadi kalau tanaman itu tidak dipelihara maka mereka tidak akan kuat atau mati,"pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini