Mahfud MD menekankan, pelajar Indonesia di luar negeri perlu berhati-hati dalam menerima pengaruh budaya atau informasi di luar negeri. Bagaimanapun juga pengaruh arus informasi luar negeri tentu masih memiliki bias dan sudut pandang tertentu. Sikap kritis adalah suatu sikap yang wajar dan baik, namun sikap kritis ini hendaknya tidak meninggalkan pola pikir yang obyektif dan adil dalam menilai setiap fakta.
Ia juga berpesan memajukan dan membangun bangsa yang besar dengan 270 juta penduduk tidak mudah. Persatuan satu tanah air dan satu bangsa, seperti ikrar Sumpah Pemuda tidak lah dimaknai sama oleh semua orang. Keamanan dan kestabilan politik bukan lah sesuatu yang given, ada dengan sendirinya. Hal ini harus dipelihara, diusahakan, dan dipelihara dalam tata kelola bangsa yang berdemokrasi.
Menko Polhukam memaparkan kestabilan politik dan situasi keamanan yang baik merupakan prasyarat (enabling environment) bagi terjadinya pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas hidup, dan pelindungan hak asasi rakyat. Ekonomi tidak mungkin dapat tumbuh dalam situasi politik yang tidak stabil dan tidak ada jaminan keamanan.
“Upaya pembangunan dan memajukan bangsa tidaklah mudah dan penuh tantangan. Di tangan para pelajar dan pemimpin masa depan lah, tanggung jawab besar tersebut akan berpindah tangan” pesan Menko Mahfud kepada para mahasiswa dari berbagai belahan dunia yang mengikuti acara tersebut.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.