“Tidak seperti Taliban, yang telah berulang kali menekankan bahwa satu-satunya tujuan mereka adalah mendirikan "Imarah Islam" di Afghanistan, ISIS memang memiliki ambisi global,” terangnya kepada BBC.
“ISIS "akan mengeluarkan ancaman kepada semua orang, ke seluruh dunia. Mereka ingin membawa kekuasaan mereka ke seluruh dunia," katanya.
“Tapi "kata-kata berbeda dari tindakan," tambahnya.
"Mereka tidak cukup kuat untuk menguasai Afghanistan,” lanjutnya.
Banyak warga Afghanistan dengan lelah menyebut peningkatan serangan ISIS sebagai awal dari "permainan baru" di negara itu. Di Jalalabad, bukan hanya Taliban yang menjadi sasaran. Aktivis masyarakat sipil, Abdul Rahman Mawen sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah pernikahan awal bulan ini, ketika orang-orang bersenjata menembaki kendaraannya. Dua putranya yang masih kecil, berusia 10 dan 12 tahun meringkuk di dalam mobil saat ayah mereka ditembak mati. ISIS mengeluarkan pernyataan singkat yang mengklaim bertanggung jawab atas penembakan itu.
Mewakili keluarga, saudara Abdul Rahman, Shad Noor merasa sedih. "Dari lubuk hati saya, ketika Taliban mengambil alih kekuasaan, kami sangat senang dan optimis: korupsi, pembunuhan, ledakan akan diberantas," katanya.
"Tapi sekarang kami menyadari sebuah fenomena baru sedang dipaksakan kepada kami, dengan nama Daesh,” ujarnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.