JAKARTA - Saat ini ramai dibicarakan mengenai lonjakan kasus covid-19 di Inggris yang disebabkan oleh varian AY.4.2.
Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito bahwa A.Y.4.2 bukanlah varian baru. Dia menyebutkan bahwa varian tersebut bagian dari varian Delta yang bermutasi.
Baca juga: Pakar Sebut Masyarakat Harus Konsisten Jaga Imunitas Setelah Vaksinasi Covid-19
“Sebenarnya AY bukan varian baru. Namun bagian dari varian delta yang mengalami perubahan atau mutasi tambahan. Jenis varian AY dari mutasi Delta ini cukup beragam yaitu dari AY 1 hingga AY 28,” katanya dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (29/10/2021).
Baca juga: DKI Catat 131 Kasus Covid-19 Hari Ini
Dia mengungkapkan, bahwa hingga kini belum diketahui pasti bagaimana karakteristiknya. Pasalnya masih dalam proses studi.
“Kita belum bisa mengetahui apakah berbagai jenis varian delta ini memiliki karakteristik khusus yang dapat mempengaruhi laju penularan, keparahan gejala maupun vaksinasi. Karena studi terkait hal tersebut masih berlangsung,” tuturnya.
Wiku memastikan, bahwa pemerintah akan memaksimalkan strategi yang ada untuk mencegah masuknya varian baru.
“Terkait hal tersebut pemerintah memaksimalkan pelaksanaan strategi yang sudah ditetapkan yaitu karantina perjalanan, 3M, 3T dan vaksin agar dapat mencegah masuknya semua jenis varian baru. Sekaligus meminimalisir pembentukkan mutasi baru di dalam negeri,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.