JAKARTA - Shaf sholat di masjid dan musala kembali dirapatkan setelah melandainya kasus Covid-19.
Waketum MUI Anwar Abbas meminta jamaah membawa perlengkapan ibadah masing-masing. Menurutnya, pengendalian Covid-19 di Indonesia merupakan peran semua pihak.
"Kalau kata mereka belum aman maka kita harus tetap menjaga jarak karena begitu prokesnya. Tapi kalau sudah aman maka kita kembali sholat dengan merapatkan shaf tetapi untuk lebih berhati-hati kita tetap pakai masker dan membawa sendiri sajadah dari tempat atau rumah masing-masing," kata Anwar, Senin(1/11/2021).
Ia mengatakan bahwa agama menyuruh seluruh umatnya untuk menjaga keselamatan diri dan jiwa dari marabahaya. Hal ini juga berlaku dengan virus Covid-19.
Baca juga: Keutamaan Shaf Paling Depan Saat Sholat Berjamaah, Malaikat Akan Bersholawat
"Bagaimana cara untuk menghindarinya? Yang tahu tentang hal tersebut adalah para ahli dan para ilmuan yang memang mengerti dan faham tentang Covid 19," ujarnya.
Baca juga: Hukum Shaf Sholat Renggang di Tengah Pandemi Corona
"Untuk itu wajiblah bagi kita untuk memperhatikan saran-saran mereka yang sudah mereka rumuskan lewat prokes di antaranya adalah kita disarankan untuk menjaga jarak dan lainnya," imbuhnya.
Dia pun mengomentari soal penggunaan Aplikasi PeduliLindungi yang diterapkan di tempat peribadatan. Dia menilai, hal itu dapat menyulitkan beberapa jamaah yang tidak mempunyai handphone.
"Tidak semua jamaah punya handphone atau membawa handphone ke mesjid karena mereka tidak mau terganggu oleh handphone tersebut. Jadi hal demikian tentu akan sangat menyulitkan sebagian dari umat," tuturnya.
Ia pun mengimbau agar jamaah yang datang ke rumah ibadah hanya mereka benar-benar sehat. "Ia paling-paling begitu," ucapnya. (fkh)
Baca juga: Sukmawati Pindah Hindu, MUI Berikan Pesan Menohok
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.