Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Guru Bangun Sekolah Online agar Anak-Anak Perempuan Bisa Sekolah Lagi Usai Dilarang Taliban

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 04 November 2021 |08:37 WIB
Kisah Guru Bangun Sekolah Online agar Anak-Anak Perempuan Bisa Sekolah Lagi Usai Dilarang Taliban
Guru ini mendirikan sekolah online agar anak-anak perempuan bisa sekolah kembali (Foto: BBC)
A
A
A

Setelah lima tahun di Iran, ayah Angela akhirnya mendapatkan dokumen yang tepat baginya untuk sekolah. Tetapi bahkan pada usia 13 tahun, Angela tahu panggilannya adalah untuk mengajar.

Setiap hari sepulang sekolah, Angela kembali ke rumah dan mengulangi semua yang telah dipelajarinya kepada 14 anak Afghanistan lainnya, yang semuanya tidak dapat mengakses pendidikan.

Bertahun-tahun kemudian, setelah kembali ke Afghanistan, Angela memenuhi syarat sebagai guru sekolah menengah sebelum pindah ke Belanda, dan akhirnya menetap di Inggris.

Dalam beberapa bulan terakhir, seperti dialami banyak kalangan diaspora Afghanistan, Angela mengaku sering merasa lumpuh saat melihat kejadian di kampung halamannya.

Tapi apa yang paling menyakitkan, ujarnya, adalah pembatasan bagi para perempuan di dunia pendidikan oleh Taliban.

Sebagai seorang guru dan pembela hak-hak remaja putri dan perempuan, dia tahu dia harus bertindak.

Angela mendirikan 'Sekolah Herat Online,' sebuah pendidikan online bagi semua perempuan dan remaja putri Afghanistan yang saat ini tidak mendapat pendidikan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement