Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dituduh Produksi Sarung Tangan Medis Bekas dan Palsu, Polisi Tangkap Bos Perusahaan Kesehatan

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 04 November 2021 |12:20 WIB
Dituduh Produksi Sarung Tangan Medis Bekas dan Palsu, Polisi Tangkap Bos Perusahaan Kesehatan
Polisi tangkap bos perusahaan sarung tangan medis palsu (Foto: Thai FDA)
A
A
A

BANGKOK - CEO perusahaan sarung tangan medis palsu dan bekas di Thailand ditangkap usai menjadi pusat penyelidikan CNN.

Biro Investigasi Pusat (CIB) Thailand mengatakan kepada CNN pada Selasa (2/11) jika Kampee Kampeerayannon, CEO sebuah perusahaan bernama SkyMed dan mantan perwira senior angkatan udara Thailand, telah ditahan setelah hakim mengeluarkan surat perintah. Menurut polisi Thailand, dia menghadapi tuduhan penipuan publik dan menyebarkan informasi palsu melalui komputer.

Polisi mengatakan Kampee telah membantah semua tuduhan terhadapnya. CNN sedang mencari komentar dari perwakilan hukum Kampee.

Pada konferensi pers Rabu (3/11), CIB mengatakan CEO perusahaan induk Skymed, Sufficiency Economy City Co. Ltd, telah ditangkap di Bangkok pada Selasa (2/11), tanpa menyebut nama Kampee.

Baca juga: Studi Terbaru: Kerja Paksa di Pabrik Pemasok Sarung Tangan Global Melonjak

"Kami mendorong pihak-pihak yang dirugikan untuk maju dan memberi kami informasi. Ada penjahat yang mengeksploitasi situasi permintaan pasokan medis yang sangat tinggi dan mencoba menipu orang saat mereka putus asa," kata Kepala CIB Jirabhob Bhuridej pada konferensi pers.

"Ini merusak produsen pasokan medis yang sah yang berbasis di Thailand,” ujarnya.

CIB sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa pihaknya bekerja sama dengan FBI dalam penyelidikan SkyMed sebagai tanggapan atas keluhan dari pelanggan Amerika Serikat (AS).

 Baca juga: Sarung Tangan Laku Keras, Mark Dynamics Bidik Penjualan Rp1 Triliun di 2021

CIB smengatakan bahwa pelanggan AS telah membayar USD6,2 juta (Rp89 miliar) untuk 2 juta kotak sarung tangan SkyMed. Tetapi karena uang itu ditransfer ke perusahaan pada Desember 2020 sebagai uang muka 40%, tidak ada satu pun sarung tangan yang pernah dikirimkan ke klien di AS.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement