Share

Pentagon: AS Akan Jual 280 Rudal ke Arab Saudi, Seharga Rp9,3 Triliun

Antara, · Jum'at 05 November 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 18 2497211 pentagon-as-akan-jual-280-rudal-ke-arab-saudi-seharga-rp9-3-triliun-5mPcgub0iS.jpg AS akan jual rudal ke Arab Saudi (Foto: Antara/Reuters)

WASHINGTONPentagon pada Kamis (4/11) mengatakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyetujui penjualan 280 rudal udara-ke-udara AIM-120C ke Arab Saudi senilai USD650 juta (Rp9,3 triliun).

Pentagon memberi tahu Kongres tentang penjualan itu pada Kamis (4/11). Jika disetujui Kongres, hal itu akan menjadi penjualan besar komoditas militer asing pertama ke Arab Saudi sejak Presiden AS Joe Biden menjabat.

Juru bicara mengatakan Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan rudak itu pada 26 Oktober. Dia menambahkan penjualan rudal udara-ke-udara terjadi setelah "peningkatan serangan lintas perbatasan terhadap Arab Saudi selama setahun terakhir." Diketahui, Raytheon Technologies membuat rudal tersebut.

Baca juga:  Pentagon Peringatkan China Tingkatkan Persenjataan, Miliki 1.000 Hulu Ledak Nuklir

Juru bicara Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan mengatakan penjualan itu sepenuhnya konsisten dengan janji pemerintah untuk memimpin dengan diplomasi untuk mengakhiri konflik di Yaman.

“Rudal udara ke udara memastikan Arab Saudi memiliki sarana untuk mempertahankan diri dari serangan udara Houthi yang didukung Iran," ujarnya.

 Baca juga: Pentagon: Serangan Drone AS yang Mematikan di Afghanistan Tidak Melanggar Hukum

Paket penjualan senjata tersebut akan mencakup 280 rudal udara-ke-udara jarak menengah dengan kualitas lebih tinggi (AIM-120C-7/C-8 AMRAAM), bersama dengan 596 peluncur rel rudal LAU-128, peralatan pendukung, suku cadang, serta dukungan teknis dan logistik.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Meskipun telah disetujui oleh Departemen Luar Negeri, pemberitahuan tersebut tidak menunjukkan bahwa sebuah kontrak telah ditandatangani atau bahwa negosiasi sudah selesai.

Sebelumnya, anggota parlemen AS mengkritik Arab Saudi atas keterlibatannya dalam perang di Yaman, konflik yang dianggap sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Anggota parlemen AS juga menolak untuk menyetujui penjualan komoditas militer untuk kerajaan tanpa jaminan peralatan AS tidak akan digunakan untuk membunuh warga sipil.

Setelah hubungan persahabatan pemerintahan mantan Presiden DonaldTrump dengan Arab Saudi, pemerintahan Biden menghitung ulang pendekatannya ke Arab Saudi, negara yang menjadi salah satu sekutu terdekat AS dalam melawan ancaman yang ditimbulkan oleh Iran.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini