Share

Pemburu Harta Karun Temukan 22 Keping Emas Zaman Pra-Viking, Beratnya 1 Kg

Vanessa Nathania, Okezone · Jum'at 05 November 2021 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 18 2497294 pemburu-harta-karun-temukan-22-keping-emas-zaman-pra-viking-beratnya-1-kg-bLBxWVzxJ4.jpg Foto: Veljeemuserne.

KOPENHAGEN – Seorang pemburu harta karun amatir Denmark menemukan salah satu penemuan emas zaman pra-Viking terbesar saat mencoba detektor logam barunya untuk pertama kali. Ole Ginnerup Schytz menemukan 22 keping emas seberat hampir 1 kg yang telah tersembunyi selama 1.500 tahun.

Museum lokal menyebut penemuan itu sebagai 'salah satu harta emas terbesar, terkaya dan terindah dalam sejarah Denmark'

BACA JUGA: 5 Penemuan Harta Karun yang Menggemparkan Dunia

Schytz menemukan harta karun itu saat mencoba detektor logam barunya di sekitar rumah temannya sekolahnya di Vindelev, dekat kota Jelling, Denmark. Dia mengatakan penemuan itu ‘sepenuhnya keberuntungan’.

Setelah mendengar bunyi ‘bip’ dari detektor logamnya, Schytz menggali sedikit tanah saat dia merasakan sepotong kecil logam di antara jari-jarinya.

"(Tanah) itu penuh puing dan lumpur," katanya kepada TV2 Denmark.

“Saya tidak tahu tentang itu, jadi satu-satunya hal yang dapat saya pikirkan adalah bahwa itu tampak seperti tutup kaleng ikan haring.”

Schytz terus menggali hingga menemukan total 22 benda emas, beratnya hampir 1kg.

“Luas Denmark adalah 43.000 kilometer persegi, dan kemudian saya memilih untuk menempatkan detektor persis di mana penemuan ini,” tambahnya sebagaimana dilansir Daily Mail.

BACA JUGA: 6 Fakta Tukang Gali Kubur Temukan Harta Karun Purbakala, Berat Emasnya Mencengangkan

Penggalian telah dilakukan di situs tersebut oleh para arkeolog dari Vejlemuseerne Denmark, bekerja sama dengan para ahli Museum Nasional dan dengan dana dari Badan Istana dan Kebudayaan.

Para arkeolog menemukan harta karun itu terkubur di sebuah rumah panjang di sebuah desa oleh salah satu kepala klan Denmark sekitar 1.500 tahun yang lalu.

Para peneliti memperkirakan bahwa bencana iklim saat itu menyebabkan penduduk Denmark menolak penguasa lama dan mengubur banyak emas selama periode ini untuk menyelamatkannya dari musuh, atau mungkin untuk menenangkan para dewa.

Inspektur mengatakan bahwa medali dengan jelas menunjukkan bagaimana mitologi Nordik berkembang dari agama Romawi, budaya dan seni.

Medali emas itu, yang dikenal sebagai bracteates, terinspirasi oleh perhiasan Romawi serupa dengan motif kaisar Romawi Konstantinus, yang dianggap sebagai dewa oleh orang-orang negerinya.

Benda-benda itu didekorasi dengan indah dengan bentuk tulisan awal dan mungkin telah dipakai oleh wanita untuk perlindungan karena orang-orang pada saat itu percaya bahwa emas berasal dari matahari.

“Orang Skandinavia selalu pandai mendapatkan ide dari apa yang mereka lihat di luar negeri, dan kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang cocok untuk mereka,” kata pakar Museum Nasional Peter Vang Petersen.

Museum mengatakan bahwa banyak penemuan arkeologi terpenting dalam beberapa dekade terakhir telah digali oleh detektor amatir.

“Sulit untuk menghubungkan fakta bahwa itu hampir sebesar (Tanduk Emas Gallehus). Tapi saya mendengarkan orang-orang museum,” kata Schytz, merujuk pada penemuan replika tanduk yang hilang pada 2007 yang terbuat dari lembaran emas yang berasal dari Zaman Besi.

Meski terjadi sekira delapan bulan yang lalu, penemuan itu dirahasiakan sampai sekarang. Koleksi emas temuan Schytz kini sudah terpajang di museum.

Dalam waktu kurang dari enam bulan, harta karun itu akan dipamerkan sebagai bagian dari pameran besar Viking di Vejlemuseerne, yang dibuka pada 3 Februari 2022.

Pameran Viking dibuat bekerja sama dengan Museum Moesgaard di dekatnya, yang juga memiliki pameran yang mengungkapkan detail perjalanan Viking ke timur.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini