Share

CEO Pfizer: Orang yang Sebarkan Disinformasi Vaksin Covid-19 Adalah Penjahat

Vanessa Nathania, Okezone · Rabu 10 November 2021 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 18 2499790 ceo-pfizer-orang-yang-sebarkan-disinformasi-vaksin-covid-19-adalah-penjahat-rUCoRCft3U.jpg CEO Pfizer Albert Bourla (Foto: Reuters)

NEW YORK - CEO Pfizer, Albert Bourla menyalahkan orang-orang yang menyebarkan "informasi yang salah" tentang vaksin Covid-19 atas hilangnya "jutaan nyawa", dan menyatakan bahwa keadaan hanya bisa "kembali normal" setelah mereka menerima suntikan vaksinasi.

Berbicara kepada "Think Tank" Dewan Atlantik yang didukung NATO pada Selasa (09/11), Bourla mengatakan bahwa sekelompok orang yang "jumlahnya sangat kecil" menyebarkan "informasi yang salah" tentang vaksin Covid-19, termasuk suntikan vaksin perusahaannya sendiri.

“Orang-orang itu adalah penjahat,” katanya kepada CEO Atlantic Council Frederick Kempe.

“Satu-satunya hal yang ada di antara cara hidup baru dan cara hidup saat ini, sejujurnya, adalah keragu-raguan terhadap vaksinasi,” lanjutnya.

Kata-kata Bourla menggaungkan kata-kata Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, yang selama musim panas menuduh platform media sosial "membunuh orang" dengan menawarkan platform untuk skeptis dan menentang vaksin. Meskipun Biden kemudian membalas komentarnya, dia masih bersikeras bahwa "informasi buruk" seharusnya bertanggung jawab atas kematian.

 Baca juga: Pfizer Mulai Uji Klinis Obat Pencegah Covid-19

Sementara penelitian telah menunjukkan kemanjuran vaksin Pfizer berkurang seiring waktu, dan meskipun yang divaksinasi masih dapat tertular dan menjadi sakit karena Covid-19, Bourla bersikeras bahwa vaksinasi massal akan membuat kehidupan sehari-hari "kembali normal."

Pada saat yang sama, jika ada kasus efek samping vaksin Pfizer yang muncul, pengembang tidak akan dimintai pertanggungjawaban pidana. Perusahaan farmasi dilindungi dari tanggung jawab jika terjadi cedera atau kematian akibat vaksin di AS, Inggris, UE, dan beberapa yurisdiksi lainnya.

Baca juga:  Pfizer Klaim Pil Antivirusnya Turunkan Resiko Keparahan Covid-19 hingga 89 Persen

Baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) telah menyatakan vaksin Pfizer 'aman dan efektif'.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini