Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penghianatan Tentara Inggris Membuat Surabaya Membara pada Malam Hari

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 10 November 2021 |06:01 WIB
 Penghianatan Tentara Inggris Membuat Surabaya Membara pada Malam Hari
Pertempuran di Surabaya (foto: istimewa)
A
A
A

BUNG TOMO tak mempercayai begitu saja informasi Menteri Penerangan Amir Syarifuddin mengenai adanya tentara Inggris yang tiba di Surabaya, untuk mengangkuti tentara Jepang. Sebab sebelumnya tentara Inggris telah terlebih dahulu memasuki Indonesia pada 15 September 1945, misi Inggris dan sekutunya telah tiba di Jakarta.

Sebelumnya para tentara Jepang yang telah menyerah dilucuti oleh pejuang Indonesia, pasca Indonesia memerdekakan diri masih sempat terjadi peperangan di beberapa daerah di Indonesia.

Dikisahkan pada buku "Bung Tomo Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempur 10 November" karya Abdul Waid, menteri penerangan sempat memerintahkan Bung Tomo dan pasukannya untuk menghormati dan menyambut baik kedatangan sekutu di Surabaya, seperti halnya di Jakarta.

Baca juga: Napak Tilas Perjuangan Jenderal Sudirman di 5 Museum

Namun oleh Bung Tomo dan rakyat Surabaya ajakan menteri penerangan Amir Syarifuddin itu ditolak mentah-mentah. Bung Tomo adalah orang pertama yang tidak percaya terhadap apa yang disampaikan oleh pemerintah pusat. Sebab itu, ia mengajak semua orang Surabaya untuk berhati-hati seraya mencurigai kedatangan Inggris sebagai usaha membantu mengembalikan kolonialisme Belanda di Indonesia.

Kecurigaan Bung Tomo dan kawan - kawannya bukannya tanpa alasan, pasalnya sebelum Kolonel P.J.G Huijer perwira tentara sekutu berkebangsaan Belanda, yang datang di Surabaya pertama kali pada tanggal 23 September sebagai utusan Laksamana Pertama Paterson, yang notabene Pimpinan Angkatan Laut Sekutu di Asia Tenggara. Ternyata kedatangan perwira Belanda ini membawa misi rahasia dari pimpinan tertinggi angkatan laut Kerajaan Belanda.

 Baca juga: Kisah Bambu Runcing Terbang di Palagan Surabaya, Kalahkan Senjata Mesin Sekutu

Di Surabaya, secara terang-terangan Huijer menentang revolusi yang dikobarkan para pejuang Indonesia. Sikap Huijer bahkan memancing kemarahan para pejuang di Surabaya, alhasil Huijer ditangkap dan ditahan oleh aparat keamanan Indonesia di penjara Kalisosok Surabaya.

Bahkan pada saat menjelang kedatangan tentara Inggris di Surabaya, Drg. Moestopo yang saat itu telah mengangkat diri menjadi menteri pertahanan mengajak rakyat Surabaya bersiap - siap untuk melakukan peperangan dengan pasukan Inggris. Rakyat Surabaya diajak untuk bersiaga menyambut kedatangan tentara Inggris dengan senjata.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement