JAKARTA - Menteri Agama (Menag) RI menyampaikan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke-VII yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 09-11 November 2021 di Jakarta dapat merawat harmonisasi kebangsaan.
"Merawat harmoni bukan hanya pemerintah tetapi MUI memiliki tanggung jawab yang sama apalagi diisi oleh Mufti dari berbagai ormas," kata Menag saat menutup Ijtima Ulama ketujuh secara daring, Kamis (11/11/2021).
Baca Juga: Anies: Ijtima Ulama Perkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Dia mengatakan, Itjima ulama adalah tradisi keberislaman yang positif bagi negara yang dikenal regilius seperti Indonesia. Walaupun Indonesia bukanlah negara beragama tapi Indonesia selalu diwarnai dengan nilai-nilai keagamaan.
"Ini tidak ada lain tujuannya untuk merawat pengembangan keilmuan, penyelesaian keumatan dan kajian kebangsaan. Keputusan yang dihasilkan pasti bermanfaat dan bermaslahat bukan hanya diri sendiri, individu, tapi untuk umat beragama, bangsa dan negara," ucapnya.
Dia menyampaikan, saat ini masalah keumatan terus berkembang sehingga membutuhkan solusi kegamaan yang lebih progresif dan perspektif di masa depan.
"MUI tentu memiliki kapasitas untuk melakukan ini. Ulama dan cendekiawan mampu hadir memberikan solusi agar keberagaman dan keagamaan tidak mengalami stagnansi yang mengancam umat," ucapnya.