Share

Kerusuhan Penjara Tewaskan 68 Tahanan, Keluarga: Ini Penjara Bukan Rumah Jagal

Susi Susanti, Okezone · Minggu 14 November 2021 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 14 18 2501476 kerusuhan-penjara-tewaskan-68-tahanan-keluarga-ini-penjara-bukan-rumah-jagal-lH2mEueaVE.jpg Kerusuhan penjara, keluarga tahanan berkumpul di luar penjara (Foto: AP)

QUITOKerusuhan di penjara yang melibatkan baku tembak antar-geng menewaskan sedikitnya 68 tahanan dan melukai 25 napi. Kerusuhan ini terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Litoral, penjara kota pantai Guayaquil.

Aksi baku tembak ini berlangsung selama hampir delapan jam di penjara penjara terbesar Ekuador pada Sabtu (13/11) pagi. Polisi membutuhkan waktu hampir seharian untuk mengendalikan situasi.

Kerusuhan ini meletus sebelum fajar di penjara di kota pantai Guayaquil dalam apa yang dikatakan para pejabat sebagai pecahnya pertempuran terbaru di antara geng-geng penjara yang terkait dengan kartel narkoba internasional. Video yang beredar di media sosial menunjukkan tubuh, beberapa dibakar, tergeletak di tanah di dalam penjara.

Baca juga: Kerusuhan Penjara Tewaskan 68 Tahanan, Polisi Temukan Senjata dan Bahan Peledak

Juru bicara kepresidenan Carlos Jijón akhirnya mengumumkan setelah malam tiba bahwa “situasi dikendalikan di seluruh penjara.” Dia mengatakan sekitar 900 petugas polisi telah mengendalikan situasi.

Dalam sebuah pernyataan singkat yang diposting ke Twitter, Presiden Guillermo Lasso menyampaikan belasungkawa "kepada keluarga yang kehilangan orang yang dicintai" dan mengatakan langkah-langkah baru diperlukan untuk "memerangi mafia yang mendapat untung dari kekacauan".

Di luar penjara, kerabat narapidana berkumpul untuk berita tentang orang yang mereka cintai.

Baca juga: Baku Tembak 8 Jam di Penjara Tewaskan 68 Tahanan, 900 Polisi Dikerahkan

“Cukup ini. Kapan mereka akan menghentikan pembunuhan? Ini penjara bukan rumah jagal, mereka manusia,” ujar Francisca Chancay, yang saudaranya telah mendekam di penjara selama delapan bulan.

Beberapa keluarga bahkan menyerukan militer Ekuador untuk mengambil alih penjara.

“Apa yang Presiden Lasso tunggu? Masih ada lagi yang meninggal? Kasihan, di mana hak asasi manusia. Kami pikir ini akan berubah, tapi ternyata lebih buruk,” terang Maritza Vera, ibu yang memiliki anak yang ditahan di sana.

Vera mengatakan, situasi tersebut membuat keluarga narapidana putus asa. “Saya merasa sedih dan sedih karena terlalu banyak kematian,” lanjutnya.

Kejadian ini menyusul kerusuhan yang menewaskan 100 lebih narapidana dalam bentrokan antara geng-geng saingan pada September lalu. Hampir 300 narapidana tewas sepanjang tahun ini di penjara negara itu. Kekerasan terkait geng yang terjadi pada September adalah yang terburuk dalam sejarah Ekuador.

Diketahui, Ekuador memiliki sekitar 40.000 narapidana di sistem penjaranya, yang jauh di atas kapasitas 30.000 orang. Dari jumlah tersebut, 15.000 napi belum dihukum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini