Share

Universitas Ini Dukung Mahasiswa Jadi Pekerja Seks, Tuai Kecaman Menteri Pendidikan

Tentya Noerani Dewi Richyadie, · Minggu 14 November 2021 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 14 18 2501625 kampus-ini-dukung-mahasiswa-jadi-pekerja-seks-tuai-kecaman-menteri-pendidikan-c9B1vE1qTh.jpg Universitas Durham beri kursus pelatihan seks (Foto: Newcastle Chronicle)

INGGRIS - Universitas Durham, Inggris membuat heboh masyarakat karena menawarkan pelatihan atau kursus untuk mendukung mahasiswi maupun mahasiswanya bekerja di industri seks .

Universitas mengatakan kursus ini diluncurkan mengikuti permintaan "dari sejumlah kecil siswa yang peduli".

"Kami dengan tegas tidak berusaha untuk mendorong pekerja seks tetapi kami berusaha untuk memberikan dukungan kepada siswa kami," kata seorang juru bicara.

Dia menambahkan niat universitas adalah untuk memastikan "stigma sosial" tidak menghentikan siswa yang rentan untuk mengakses dukungan dan medapat sesi pelatihan. Namun ini telah "disalahartikan" pada 'menormalkan penjualan seks'.

Baca juga:  Mahasiswi Cantik Peraih 4 Medali PON Papua Dapat Bonus Rp14 Juta

Petugas kesejahteraan dan pembebasan Serikat Mahasiswa Durham, Jonah Graham mengatakan, bahwa target pelatihan mereka adalah mendukung siswa, sehingga mereka memahami masalah hukum, keselamatan, dan kesejahteraan siswa dan bagaimana menanggapi pengungkapan secara sensitif.

"Siapapun yang peduli dengan keselamatan siswa harus mendukung pelatihan ini dan mendidik diri mereka sendiri tentang konten sebenarnya sebelum membuat komentar yang dinilai buruk," ujarnya.

Baca juga: Wisata Seks di Dubai Tumbuh Subur, Buah Mesranya Hubungan UEA-Israel

Menteri Pendidikan Inggris Michelle Donelan mengecam tindakan ini. Menteri menganggapnya melegitimasi industri berbahaya yang tumbuh subur di atas eksploitasi perempuan. Donelan mengatakan, universitas itu telah gagal dalam tugasnya untuk melindungi mahasiswa.

"Saya sangat prihatin bahwa universitas manapun melegitimasi industri berbahaya yang berkembang dari eksploitasi perempuan," terangnya.

“Memang benar dukungan vital ditawarkan kepada perempuan yang dieksploitasi. Namun, kursus ini berusaha menormalkan penjualan seks, yang tidak memiliki tempat di universitas kita,” lanjutnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini