Kasus Covid-19 di Belanda Pecah Rekor, Rumah Sakit Alami Tekanan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 16 November 2021 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 18 2502565 kasus-covid-19-di-belanda-pecah-rekor-rumah-sakit-alami-tekanan-MEsWvppzOR.jpg Foto: Reuters.

AMSTERDAM – Eropa masih merasakan peningkatan jumlah kasus Covid-19, yang tampaknya akan semakin mengancam sistem kesehatan negara –negara di Benua Biru itu. Sejumlah negara mulai memberlakukan kembali pembatasan guna mengekang penyebaran virus menjelang datangnya musim liburan Natal dan Tahun Baru.

Di Belanda, rumah sakit di berbagai bagian negeri mulai merasakan tekanan akibat lonjakan pasien Covid-19. Namun, kepala asosiasi rumah sakit negara itu memperingatkan bahwa gelombang terburuk masih akan datang.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Melonjak, Eropa Kembali jadi Pusat Pandemi

Pada Senin (15/11/2021) jumlah pasien di rumah sakit Belanda meningkat menjadi sekira 2.000 orang, termasuk hampir 400 dalam perawatan intensif. Ini merupakan angka tertinggi sejak Mei 2021.

Dengan hampir 250 penerimaan baru setiap hari, pasien rumah sakit di Belanda diperkirakan akan melewati jumlah 2.800 pasien yang tercatat dalam waktu kurang dari seminggu pada musim dingin tahun lalu, demikian disampaikan Kepala Asosiasi rumah sakit LNAZ, Ernst Kuiper kepada anggota parlemen Belanda.

BACA JUGA: China Alami Wabah Covid-19 Varian Delta Terbesar, 1.308 Kasus dalam Sebulan

“Kami belum melihat puncaknya, jumlahnya akan terus meningkat,” kata Kuipers sebagaimana dilansir Reuters.

Sementara itu Austria pada Senin mulai memberlakukan penguncian (lockdown) pada orang-orang yang tidak divaksinasi Covid-19 setelah peningkatan jumlah kasus tercatat dalam beberapa pekan terakhir. Jerman juga mempertimbangkan pemberlakuan pembatasan yang lebih ketat, sementara Inggris memperluas program booster vaksinnya untuk orang dewasa dengan usia lebih muda.

Eropa kembali menjadi pusat pandemi Covid-19 menyusul peningkatan kasus yang terjadi di banyak negara di Benua Biru. Datangnya musim dingin diduga berperan mempermudah penyebaran virus, karena orang-orang banyak berkumpul di dalam rumah.

Sejak pekan lalu, Eropa mencatat rekor kasus tertinggi sejak April tahun lalu ketika virus itu mencapai puncaknya di Italia.

Di China, wabah Covid-19 mencatat rekor tertinggi, mencatat 1.308 kasus dalam sebulan terakhir. Sebagian besar kasus Covid-19 baru tercatat di Kota Dalian, yang kini menjadi pusat pandemi di Negeri Tirai Bambu.

Saat ini tercatat lebih dari 250 juta kasus Covid-19 di seluruh dunia, dengan 5,1 juta kematian akibat virus ini. Covid-19 varian Delta masih menjadi varian yang dominan di seluruh dunia, menyumbang hampir semua infeksi virus corona secara global.

Amerika Serikat (AS) masih menempati peringkat teratas negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia mencatat lebih dari 48 juta kasus virus corona. India, Brasil, Inggris, dan Rusia berada di belakang AS, melengkapi lima besar negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini