CHINA - Sebuah peringatan telah dikeluarkan atas China yang diduga membangun kapal perang untuk menyediakan platform bagi jet tempur untuk meluncurkan serangan terhadap kapal di seluruh dunia.
Berbicara kepada The Sun, pakar think-tank Henry Jackson Society, Sam Armstrong percaya bahwa tindakan terbaru China adalah mencoba dan memprovokasi negara-negara barat untuk percaya bahwa mereka "tidak berdaya".
“Jika China sedang membangun kapal induk yang dibangun dengan skala kapal AS, itu mengembangkan kapasitas untuk mengirim jet tempur cepat ke seluruh dunia dengan tujuan tunggal untuk menenggelamkan kapal itu dan membunuh penumpangnya,” terangnya.
Baca juga: China Ekspor Kapal Perang Terbesar dan Tercanggih ke Pakistan
"Ini adalah model kerja yang siap digunakan sebagai latihan untuk operasi kehidupan nyata melawan pasukan barat,” lanjutnya.
Armstrong mengatakan Anda tidak membuat model pesawat kecuali jika Anda merencanakan "serangan bom di kapal induk".
Baca juga: Gambar Satelit Udara: China Kembangkan Kapal Perang Torpedo Rahasia
Gambar-gambar yang dirilis tampaknya menunjukkan objek yang dicurigai sebagai kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke dan sebuah kapal induk AS.
Uji coba itu dilakukan saat ketegangan berlanjut dengan AS menyusul uji coba rudal lanjutan China sebelumnya tahun ini.
Gambar satelit handout yang dirilis oleh Maxar Technologies pada 8 November 2021 menunjukkan target yang menggambarkan sebuah kapal induk di daerah Ruoqiang di Gurun Taklamakan, di wilayah Xinjiang barat China.
Pada Agustus lalu, Beijing diduga menguji rudal nuklir hipersonik yang mengorbit bumi dan menangkap pejabat AS.
Menurut sumber dalam kepada Financial Times, rudal itu hanya meleset dari target yang dimaksudkan sejauh 20 mil.
Sumber tersebut mengatakan China menunjukkan "kemampuan luar angkasa canggih yang mengejutkan intelijen AS."
"Kami telah memperjelas kekhawatiran kami tentang kemampuan militer yang terus dikejar China, kemampuan yang hanya meningkatkan ketegangan di kawasan dan sekitarnya,” terang juru bicara Pentagon John Kirby.
China diketahui terus meningkatkan kekuatan militernya karena sepertinya akan menyaingi kemampuan Amerika Serikat (AS).
Tindakan terbaru yang dilakukan para pejabat di Beijing adalah membuat tiruan dari kapal induk AS untuk digunakan sebagai latihan sasaran untuk misilnya.
(Susi Susanti)