Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rawan Longsor Susulan, Kendaraan Lintasi Jalur Cipatat-Saguling Dibatasi

Adi Haryanto , Jurnalis-Kamis, 18 November 2021 |00:30 WIB
Rawan Longsor Susulan, Kendaraan Lintasi Jalur Cipatat-Saguling Dibatasi
Jalur Cipatat-Saguling longsor (Foto: Adi Haryanto)
A
A
A

BANDUNG BARAT - Kendaraan yang melintas di Jalan Raya Cipatat-Saguling tepatnya di Kampung Cengkrong, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih dibatasi pascaterjadinya longsor di kawasan tersebut.

Hal tersebut sebagai antisipasi mengingat setelah terjadi longsor pada Senin 15 November 2021, jalur tersebut masih rawan pergerakan tanah serta pohon tumbang. Terlebih saat ini hujan masih terus turun.

"Kendaraan yang melintas baik motor maupun mobil masih dibatasi. Setelah hujan lumpur kembali memenuhi badan jalan, dan khawatir terjadi longsor susulan," kata Supervisor Senior (SPS) Humas & Keamanan PT Indonesia Power UP Saguling, Budi Wahyudi, Rabu (17/11/2021).

Baca Juga:  Hujan Deras, Jalur Wisata Gunung Bromo Longsor

Dia mengatakan, meski pembersihan material longsor telah tuntas, namun jalur menuju kecamatan Saguling, Rongga, dan Cipongkor itu, tetap dibatasi. Sebab, di tiga titik tebing yang mengalami longsor masih terlihat pergerakan tanah dan rawan pohon tumbang.

Pihaknya berupaya agar secepatnya jalur tersebut aman untuk dilewati kendaraan. Selain jalur utama bagi masyarakat, Jalan Cipatat-Saguling juga merupakan akses utama menuju PLTA Saguling yang dikelola oleh PT Indonesia Power. Sehingga kejadian ini cukup mengganggu aktivitas pekerja.

"Sementara ini dilakukan penutupan untuk menghindari longsor susulan dan pohon tumbang. Sambil mencari jalan keluar agar akses jalan bisa kembali aman digunakan," kata dia.

Untuk penanganan jangka panjang, lanjut Budi, akan menggandeng beberapa pihak lain karena status tebing dimiliki PT PN VII. Termasuk menyiapkan beberapa opsi m untuk mengatasi tiga titik rawan longsor di jalan tersebut. Mulai dari pengerasan berupa tembok penahan tanah, berondong, hingga dibuat sistem terasering.

"Solusi jangka panjang itu, nantinya terlebih dahulu akan dikaji sejuah mana efektivitasnya dalam menangkal longsor ketika ada curah hujan tinggi," ujarnya

Baca Juga:  Longsor di Lumajang, 2 Rumah Rusak dan Jalur Antar Desa Terputus

Seperti diketahui, longsor terjadi di lokasi tersebut pada Senin 15 November 2021 sekitar pukul 18.00 WIB. Material lumpur setinggi lutut orang dewasa memenuhi jalan Cipatat-Saguling sepanjang 1 kilometer dan membuat lumpuh arus lalu lintas. Kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas, sementara roda dua harus ekstra hati-hati karena jalanan licin.

 

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement