Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Geger 31 Ribu ASN Terima Bansos, Menko PMK: Bisa karena Disengaja

Erfan Maaruf , Jurnalis-Jum'at, 19 November 2021 |00:44 WIB
Geger 31 Ribu ASN Terima Bansos, Menko PMK: Bisa karena Disengaja
Muhadjir Effendy. (Foto: Dok Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia (Menko PMK) Muhadjir Effendy merespons informasi 31.624 (31 ribu) aparatur sipil negara (ASN) menerima bantuan sosial (bansos). Dia menyebut selain akibat kesalahan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), juga bisa karena memang dilakukan secara sengaja.

Muhadjir menyebut dalam pembuatan DTKS, terdapat exclusion error dan inclusion error. Mereka yang seharusnya berhak mendapatkan bantuan malah tidak dapat atau sebaliknya.

"Mereka yang semestinya tidak berhak malah dapat. Dan itu harus terus dirapikan dan kejadian itu bisa karena sengaja, tapi sebagian besar kadang-kadang juga tidak sengaja," kata Muhadjir di Jakarta Pusat, Kamis (18/11/2021).

Dia menjelaskan, pemerintah melalui kementerian terkait saat ini masih terus melakukan perbaikan pada DTKS. Apalagi, DTKS nantinya akan menjadi landasan bagi pemerintah memberikan bantuan sosial yang tepat sasaran. 

Baca juga: Heboh 31.624 PNS Terima Bansos, Tjahjo Kumolo: Tak Ada Larangan tapi...

"DTKS terus diperbaiki, karena itu menjadi landasan dasar untuk memberikan bantuan sosial pada mereka yang berhak," tuturnya. 

Muhadjir menyebut kesalahan 31.624 DTKS penerima bansos tidak hanya terjadi kepada ASN dan PNS, namun juga banyak warga yang tidak masuk kategori penerima bansos justru malah terdata sebagai penerima bansos.

"Saya kira tidak hanya PNS, ada beberapa orang yang sebetulnya memang tidak berhak tapi mendapat, itu juga banyak dan ini terus kita susuri terus dengan Bu Mensos," jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement