Warga Brebes Nyaris Terisolasi karena Gang Tertutup Tembok

Yunibar, iNews · Rabu 24 November 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 340 2506666 warga-brebes-nyaris-terisolasi-karena-gang-tertutup-tembok-cZDpudC0nC.jpg Warga yang jalannya tertutup tembok/ MNC Media

BREBES – Aksi penutupan akses jalan keluar masuk warga kembali terulang. Seorang warga di Kabupaten Brebes, tepatnya di RT 1 RW 7, Desa/Kecamatan Larangan membangun rumah yang menutup sebagian jalan warga.

(Baca juga: Tembok yang Tutup Akses Warga di Ciputat Dibongkar)

Akibatnya, untuk keluar masuk, warga harus memiringkan badan karena sempit, menyisakan celah 50 sentimeter.

Warga yang rumahnya nyaris terisolasi sangat khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika ada orang meninggal dunia, maka keranda jenazah dipastikan tidak bisa masuk.

Kemudian bila terjadi kebakaran, warga akan kesulitan dievakuasi. Selain itu, lokasi kebakaran menjadi sulit dijangkau petugas pemadam. Untuk keluar masuk, warga harus memiringkan badan karena sempit. Akses itu selama ini merupakan jalur yang setiap hari dipakai untuk ke kota kecamatan atau pasar.

(Baca juga: Rumah Tahfidz Quran Terhalang Tembok Beton 1,5 Meter, Warga dan Santri Bikin Tangga)

Ada jalur alternatif lain untuk warga, namun jaraknya cukup jauh karena harus memutar melewati gang-gang sempit. Supratno salah salah satu warga yang ikut terdampak penutupan akses jalan mengatakan, sejak akses itu ditutup warga jarang memakai motor.

“Kendaraan baru dipakai jika akan bepergian jauh dan harus memutar,” kata Supratno.

Warga lain yang ikut terdampak adalah Fahmi yang rumahnya bersebelahan dengan tembok bangunan yang menutupi jalan. Bagian depan rumah yang sebelumnya lahan kosong dan menghadap ke jalan utama, kini tertutup tembok.

“Sejak ada bangunan itu, akses masuk rumah hanya tersisa sekitar 50 sentimeter,” kata Fahmi.

Tembok bangunan yang menutup akses jalan adalah milik Nasikun. Rumah pria yang berprofesi sebagai kepala SD di Larangan ini, berada di mulut jalan masuk lorong.

Lahan yang selama ini jadi akses jalan warga adalah milik pribadi. Lahan seluas 4,5x8 meter persegi itu sedang dibangun rumah untuk anaknya. Tanah milik Nasikun tidak dibangun sepenuhnya. Dari 4,5x8 meter persegi, telah disisakan 50 sentimeter untuk akses jalan.

“Saya berharap tetangga saya juga memberikan 50 sentimeter, sehingga ada akses masuk selebar 1 meter,” ucap Nasikun.

Beberapa kali pihak desa telah berupaya menjembatani, namun belum menemukan kesepakatan. “Sebab masing-masing warga bersikukuh pada pendapatnya masing-masing,” kata Ropi'i, Kadus 1 Desa Larangan.

Pemerintah desa akan terus berusaha untuk mencarikan solusi masalah tersebut, sehingga tidak ada warga yang dirugikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini