Perdana Menteri Perempuan Pertama Swedia Mengundurkan Diri Beberapa Jam Setelah Terpilih

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 25 November 2021 05:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 18 2507028 perdana-menteri-perempuan-pertama-swedia-mengundurkan-diri-beberapa-jam-setelah-terpilih-Oks2IEpnPq.jpg Magdalena Andersson (duduk) mendapat ucapan selamat setelah memenangi pemungutan suara di parlemen Swedia, 24 November 2021. (Foto: Reuters/TT News Agency)

STOCKHOLM - Perdana Menteri (PM) Swedia yang baru terpilih Magdalena Andersson mengumumkan pengunduran dirinya hanya beberapa jam setelah membuat sejarah sebagai perdana menteri wanita pertama di negara itu.

“Saya telah mengatakan kepada pembicara bahwa saya ingin mengundurkan diri sebagai perdana menteri,” kata Andersson kepada wartawan di Stockholm pada Rabu (24/11/2021) setelah koalisi yang dipimpin oleh Partai Sosial Demokratnya bubar.

BACA JUGA: Setelah 34 Tahun, Swedia Tutup Penyelidikan Kasus Pembunuhan Perdana Menterinya

Andersson yang berusia 54 tahun dilaporkan mencari dukungan baru setelah Partai Hijau mundur dari koalisi minoritas yang berkuasa setelah kekalahan dalam pemungutan suara anggaran.

Koalisi itu akan memerintah dengan margin dukungan tipis, setelah Andersson terpilih pada Rabu. Lebih banyak suara di parlemen menentang PM baru itu dibandingkan dengan yang mendukungnya.

Dilaporkan 117 anggota parlemen mendukung Andersson, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri keuangan Swedia, dan 174 suara menentang. Undang-undang Swedia mengizinkan perdana menteri untuk diangkat dan memerintah selama mayoritas Riksdag, 175 anggota parlemen Swedia, tidak memberikan suara menentang mereka.

BACA JUGA: Kartunis Penghina Nabi Muhammad, Lars Vilks Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas

Kemenangan Anderrson, yang menjadikan Swedia negara Nordik terakhir yang memiliki kepala negara perempuan, segera diikuti dengan kekalahan legislatif karena Partai Tengah menolak untuk bergabung dengan anggota koalisi lainnya dalam mendukung proposal anggaran pemerintah.

Anggota parlemen malah meloloskan anggaran saingan yang diusulkan oleh tiga partai konservatif, termasuk Demokrat Swedia, demikian diwartakan RT.

Meskipun Andersson mengatakan dia bisa memerintah negara dengan anggaran oposisi, Partai Hijau menolak keras, dengan co-pemimpin Marta Stenevi mengatakan kepada wartawan partai mencari kekuasaan untuk mendorong melalui kebijakannya sendiri.

Andersson kemudian mengatakan dia tidak ingin memimpin pemerintahan "di mana mungkin ada alasan untuk mempertanyakan legitimasinya."

Dia dilaporkan memberi tahu Ketua Riksdag Andreas Norlen bahwa dia tertarik untuk memimpin pemerintahan Sosial Demokrat satu partai. Swedia memiliki pemilihan umum yang dijadwalkan September 2022.

Demokrat Sosial telah memilih Andersson untuk menggantikan Stefan Lofven, yang mengundurkan diri sebagai perdana menteri dan pemimpin partai awal bulan ini. Lofven mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri pada Agustus di tengah pertikaian politik, termasuk mosi tidak percaya terhadapnya, dan berharap memberikan "kondisi terbaik" kepada penggantinya menuju pemilihan tahun depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini