Share

Covid-19 Varian Baru Muncul, AS Larang Penerbangan dari Afsel

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 27 November 2021 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 18 2508243 covid-19-varian-baru-muncul-as-larang-penerbangan-dari-afsel-LtXtSTxmM5.jpg Covid-19 varian baru asal Afsel (Foto: PA Media)

NEW YORKAmerika Serikat (AS) akan melarang perjalanan dari Afrika Selatan(Afsel) dan tujuh negara bagian Afrika selatan lainnya untuk mencoba menahan varian virus corona baru yang menyebar di sana.

Mulai Senin (29/11), hanya warga dan penduduk AS yang diizinkan bepergian dari wilayah tersebut.

Ini mengikuti larangan penerbangan serupa yang diberlakukan oleh Uni Eropa (UE), Inggris, dan Kanada.

Para pejabat AS mengatakan penerbangan dari Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Eswatini, Mozambik dan Malawi akan diblokir, menyusul langkah-langkah sebelumnya yang diambil oleh Uni Eropa. Larangan itu akan mulai berlaku pada Senin (29/11).

Baca juga:  WHO: Varian Baru Covid-19 Bernama Omicron, Jadi Perhatian Bersama

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Joe Biden menyebut langkah itu sebagai "tindakan pencegahan" yang diambil sampai lebih banyak diketahui tentang varian tersebut.

Kanada juga menutup perbatasannya untuk pelancong asing yang baru-baru ini berkunjung ke Afrika Selatan, Namibia, Lesotho, Botswana, Eswatini, Zimbabwe, dan Mozambik. Warga negara asing akan dilarang dari Kanada jika mereka telah mengunjungi tujuh negara dalam 14 hari terakhir.

 Baca juga: Asia dan Eropa Waspadai Varian Baru Covid-19 Asal Afsel

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menyatakan varian baru menjadi "perhatian", menamakannya Omicron.

Varian Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November, dan sejak itu telah diidentifikasi di negara lain.

WHO pada Jumat (26/11) mengatakan bukti awal menunjukkan varian baru membawa risiko infeksi ulang yang lebih tinggi daripada varian lainnya.

Para ilmuwan mengatakan itu adalah versi yang paling banyak bermutasi, yang berarti vaksin Covid, yang dirancang menggunakan strain asli dari Wuhan, Cina, mungkin tidak seefektif itu.

WHO mengatakan sejauh ini kurang dari 100 urutan sampel telah dilaporkan. Kasus-kasus terutama telah dikonfirmasi di Afrika Selatan, tetapi juga telah terdeteksi di Hong Kong, Israel, Botswana, dan Belgia.

Sebagian besar kasus di Afrika Selatan berasal dari provinsi terpadatnya, Gauteng.

WHO telah memperingatkan terhadap negara-negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan dengan tergesa-gesa, dengan mengatakan mereka harus melihat ke "pendekatan berbasis risiko dan ilmiah".

Para ilmuwan mengatakan mereka masih harus banyak belajar tentang mutasi baru virus, dan WHO mengatakan akan memakan waktu beberapa minggu untuk memahami dampak dari varian baru, karena para ahli bekerja untuk menentukan seberapa menularnya.

Kementerian kesehatan Afrika Selatan telah mengkritik terburu-buru untuk memberlakukan pembatasan perjalanan baru, menyebutnya "kejam", dan bertentangan dengan pedoman WHO.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla mengatakan kepada wartawan bahwa larangan penerbangan terhadap negara itu "tidak dapat dibenarkan".

Larangan itu tampaknya sudah menimbulkan kebingungan di sejumlah bandara. Penumpang di pesawat yang melakukan perjalanan dari Cape Town ke Manchester melalui Amsterdam mengatakan kepada BBC bahwa mereka ditahan di landasan Bandara Schiphol di ibu kota Belanda selama empat jam, sebelum akhirnya turun untuk menjalani tes PCR.

Sementara itu, larangan terbang mengancam keluarga yang terpisah selama musim perayaan Natal.

Ruth Daines-Slack, 70, telah memesan untuk terbang dari Cape Town ke Inggris minggu depan untuk Natal dan perayaan ulang tahun ke-100 ibunya. Dia mengatakan kepada BBC bahwa dia "sangat sedih" bahwa dia tidak akan lagi dapat melakukan perjalanan. Dia menambahkan bahwa larangan perjalanan di Inggris adalah "reaksi tergesa-gesa".

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini