KLATEN – Tepat hari ini, Rabu, 1 Desember 2021, seluruh dunia memperingati Hari AIDS Sedunia. Peringatan ini dilakukan setiap tahunnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia. Kasus Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS )di Indonesia di masa pandemi, melonjak tajam.
(Baca juga: Peristiwa 1 Desember: Hari AIDS Sedunia)
Seperti di Kabupaten Klaten sedang terjadi ledakan kasus HIV/AIDS yang disebabkan penyimpangan seksual homoseksual dan kasus ibu rumah tangga.
Demikian diutarakan Pegiat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten, Amin Bagus Panuntun dalam sebuah talkshow di RSPD Klaten.
“Sejak 2007 sampai Oktober 2021, warga Klaten yang masuk kategori Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) pernah masuk perawatan sebanyak 1.147 orang, ibu hamil masuk perawatan karena mengidap HIV ada 49 orang, ODHA yang melakukan terapi Antiretroviral Therapy (ART) sebanyak 383 orang, ODHA Lost Follow Up (LFU) atau perawatan 294 orang, ODHA rujuk keluar 53 orang dan meninggal dunia ada 153 orang,” ujarnya dikutip Krjogja, Rabu (1/12/2021).
(Baca juga: Hari AIDS Sedunia, Berikut 5 Negara dengan Jumlah Pengidap HIV Tertinggi Sejagat)
Oleh karena itu, ledakan kasus HIV/AIDS di Klaten akibat homoseksual dan ibu rumah tangga harus menjadi perhatian semua pihak. Orangtua harus selalu mengawasi anak-anaknya terutama anak laki-laki agar tidak terjebak dalam homoseksual. “Peran tokoh agama agar semakin dimaksimalkan untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu pegiat senior KPA Klaten, Fauzi Rifai menceritakan pengalamannya saat membantu perawatan warga yang mengidap HIV/AIDS. Pasien tersebut mengucur darah di hidungnya dan sempat terhuyung sehingga menubruknya. Karena dalam penanganan pasien sudah menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tepat, maka dirinya tidak takut membantu pasien HIV/AIDS tersebut untuk mendapatkan perawatan.