Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kabar Gembira, Selangkah Lagi Nunukan Menuju Level 1

Karina Asta Widara , Jurnalis-Selasa, 07 Desember 2021 |10:38 WIB
Kabar Gembira, Selangkah Lagi Nunukan Menuju Level 1
Foto: Dok Pemkab Nunukan
A
A
A

PROKOMPIM – Penanganan covid -19 di Kabupaten Nunukan terus menunjukkan peningkatan dan perbaikan secara signifikan. Jika trend positif itu bisa terus terjaga, maka selangkah lagi Kabupaten Nunukan akan berada di level- 1. Sampai saat ini, Kabupaten Nunukan masih berada di zona kuning dan level 2 PPKM.

Berita gembira ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid -19 Kabupaten Nunukan Aris Suyono dalam Rapat Evaluasi Satgas Penanganan Covid – 19 di Kabupaten Nunukan yang dilaksanakan secara hybrid (online dan offline) di Kantor Bupati Nunukan, Rabu (1/12).

Rapat dipimpin oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid selaku ketua satgas covid – 19, diikuti secara langsung oleh Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, Sekretaris Daerah Serfianus, Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin, Kepala Dinas Kesehatan dr. Tololiu, Kabag Prokompim Hasan Basri, serta diikuti secara virtual oleh Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat, lurah dan kepala Puskesmas di Kabupaten Nunukan.

Aris Suyono dalam paparannya menyebutkan angka kesembuhan hingga bulan November tahun ini mencapai 97,69 persen atau lebih tinggi dari capaian nasional sebesar 96,43 persen. Persentase pasien meninggal sebesar 2,20 di bawah angka kematian nasional sebesar 3,38 persen, dan angka penambahan kasus aktif hanya 0,11 persen dibawah kasus aktif nasional sebesar 0,19 persen. Angka positif rate hanya 1 persen, sangat jauh dari standar yang ditetapkan WHO sebesar 5 persen.

 

Selain itu, kata Aris Suyono, capaian vaksinasi hingga minggu ke-48 ini juga telah mencapai angka 64,49 persen untuk dosis I dan 49,19 untuk dosis 2. Angka ini merupakan koreksi atas data laporan yang masuk dimana angkanya baru mencapai 51,85 persen dosis I dan 34,94 untuk dosis 2 .

Menurut Aris, ada kesalahan jumlah data sasaran vaksin selama ini, seharusnya cuma 146.007 jiwa tapi datanya membengkak jadi 182.886 jiwa, hal itu disebabkan oleh masih dimasukkanya anak – anak hingga usia 12 tahun sebagai target sasaran vaksin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement