Merujuk pada risiko infeksi berulang, WHO mengatakan, "Analisis awal menunjukkan bahwa mutasi yang ada pada varian Omicron kemungkinan mengurangi aktivitas penetralan antibodi yang mengakibatkan berkurangnya perlindungan yang diperoleh dari imunitas alami."
"Perlu data lebih lanjut untuk menilai apakah mutasi yang ada di varian Omicron mampu mengurangi perlindungan imunitas yang dihasilkan dari vaksin dan diperlukan data mengenai efektivitas vaksin, seperti penggunaan dosis tambahan," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala laboratorium di Lembaga Riset Kesehatan Afrika di Afrika Selatan pada Selasa (7/12), dari hasil riset kecil-kecilan menyatakan varian Omicron sebagian mampu menghindari perlindungan dari dua dosis vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.