Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Berkerumun Lihat Aliran Lava Pijar Gunung Semeru di Pronojiwo

Deni Irwansyah , Jurnalis-Jum'at, 10 Desember 2021 |06:38 WIB
Warga Berkerumun Lihat Aliran Lava Pijar Gunung Semeru di Pronojiwo
Lava pijar Gunung Semeru. (Foto : iNews/Tritus Julan)
A
A
A

LUMAJANG – Aliran lava pijar dari Puncak Gunung Semeru di sisi barat tampak dari Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (9/12/2021) malam.

Warga berkerumun di jalan penghubung Dusun Gumuk Emas dan Kamar A, Kecamatan Supit Urang, untuk menyaksikan fenomena vulkanik tersebut.

Salah seorang relawan pantau aktivitas puncak Semeru, Pireno, mengatakan fenomena ini menarik perhatian warga dan relawan yang menginap di sejumlah titik Desa Supit Urang.

Menurutnya, meski lava pijar tampak jelas dan mengalir, ini adalah pertanda bahwa aktivitas Gunung Semeru normal dana man. Hal itu mengingat sepanjang hari kemarin, cuaca berawan dan mendung hingga aktivitas Semeru tidak terpantau kasatmata.

Baca Juga : Pengungsi Erupsi Gunung Semeru Butuh Kasur hingga Selimut

Diketahui, Gunung Semeru mengalami 4 kali gempa guguran dengan aplitudo 3 - mm/ dan lama gempa 50-75 detik pada Kamis (9/12/2021).

Sebelumnya, Gunung Semeru memuntahkan material vulkanik berupa guguran awan panas dan abu vulkanik saat erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 sore. Erupsi Gunung Semeru terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, dimana awan panas keluar disertai material vulkanik dimuntahkan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10-11 kilometer dari kawah Gunung Semeru. Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah. Hingga Kamis sore 9 Desember 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 43 warga meninggal dunia. Selain itu sebanyak 104 orang terluka, rinciannya 32 warga luka berat dan 82 warga luka sedang serta ringan, dimana mayoritas mengalami luka bakar.

Sebelumnya, Gunung Semeru memuntahkan material vulkanik berupa guguran awan panas dan abu vulkanik saat erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 sore.

Erupsi Gunung Semeru terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, dimana awan panas keluar disertai material vulkanik dimuntahkan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10-11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Hingga Kamis sore 9 Desember 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 43 warga meninggal dunia. Selain itu sebanyak 104 orang terluka, rinciannya 32 warga luka berat dan 82 warga luka sedang serta ringan, dimana mayoritas mengalami luka bakar.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement