"Jadi saya kira kita yang harus mengalah kepada gunung api karena dia itu ada sebelum kita semua ada. Gunung api ibaratnya sebagai tuan rumah, masyarakat sekelilingnya sebagai tamunya. Layaknya tamu terhormat itu harusnya kan menghormati yang punya rumah, manakala yang punya rumah sedang berhalangan, misalnya sedang ada letusan gunung api, beranilah mayarakat menunggu sebentar pada waktu tertentu, nunggu dalam ruang tertentu. Jadi harus berani membagi ruang dan waktu antara sang tuan rumah dan tamunya itu. Agar supaya damai,” ucapnya.
“Tidak mungkin kita akan melawan alam, tidak mungkin kita akan memaksakan kehendak kita kepada kehendak alam. Kalau itu dilakukan, sebetulnya kita sedang mencoba membuat bibit bencana. Berani ngalah pasti akan mendapat berkah dari gunung api," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.