JAKARTA - Tanah Abang sebagai pasar sebagai sentra bisnis sandang terbesar di Asia Tenggara mempunyai segudang masalah. Namun setelah bertahun-tahun semrawut, kini Tanah Abang sudah maju dan tertata, meskipun masih banyak PKL dan kemacetan disana.
(Baca juga: Haji Lulung Meninggal, Zulhas: Sempat Siuman dari Koma dan Mengenali Saya)
Ombudsman RI pernah menyebut Tanah Abang dibanjiri pedagang kaki lima (PKL) karena adanya preman yang bekerja sama dengan pihak Satpol PP.
Abraham Lunggana alias Haji Lulung pernah membantah adanya kelompok-kelompok preman yang menguasai pasar Tanah Abang.
(Baca juga: Haji Lulung Meninggal Dunia, Begini Sepak Terjangnya di Ibu Kota)
Diketahui, Haji Lulung meninggal dunia hari ini pada pukul 10.51 WIB di RS Harapan Kita, Jakarta.ore nanti. Tokoh Betawi Tanah Abang itu akan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Saat itu, Haji Lulung masih menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, dia angkat bicara soal kesemrawutan pusat perbelanjaan di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Haji Lulung menyebut tidak ada preman di Tanah Abang.
"Enggak ada preman di situ (di Tanah Abang). Ada enggak kejadian perampokan di situ? Enggak ada. Kalau pencopetan satu dua kan di Senen juga ada," kata Lulung usai pertemuan dengan Gubernur dan Wagub DKI Anies-Sandi di rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi di Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 6 November 2017.
Lulung pun meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI agar bisa melakukan penataan kawasan Tanah Abang dengan serius. Pasalnya, Tanah Abang sudah dijadikan masyarakat sebagai sentra ekonomi terbesar di Indonesia.
"Saya ingin serius dalam penataan tanah abang, aspek sosial apa saja, lalu lintas, keamanan, parkir, itu semua aspek," bebernya. "Tanah Abang sebagai sentra ekonomi, kita harus ada rasa memiliki dari situasi dan kondisi Tanah Abang," pungkas Haji Lulung.
(Fahmi Firdaus )