HOEGENG salah satu tokoh Indonesia yang sangat diteladani. Selain sebagai orang yang sederhana dan disiplin, Hoegeng juga terkenal dengan kejujurannya.
Hoegeng tak hanya pernah menjabat sebagai Kapolri ke-5. Ia juga pernah menjadi Kepala Jawatan Imigrasi Indonesia.
Dalam masa periode Kepemimpinan Hoegeng, Jawatan Imigrasi tak lagi banyak diintervensi oleh pihak-pihak lain. Bahkan, campur tangan lembaga lain berhasil diminimalisasi oleh Hoegeng.
Jabatannya sebagai Ketua Jawatan Imigrasi Indonesia merupakan karir pertamanya di luar korpsnya sebagai polisi. Banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi Hoegeng.
Salah satunya dimana ia mengetahui bahwa ternyata didalam tubuh Jawatan Imigrasi Indonesia dikuasai oleh intel TNI Angkatan Darat atau DPKN Kepolisian, Corps Polisi Militer, dan Kejaksaan Agung bukan orang-orang Imigrasi sendiri.
Baca Juga : Kisah Hoegeng Jabat Kepala Imigrasi, Berawal dari Pertemuannya dengan Jenderal Nasution
Orang-orang Imigrasi tak lain hanya sebagai juru tulis dan tukang cap belaka. Jendral Nasution yang saat itu mengusulkan Hoegeng sebagai Ketua Imigrasi juga berpesan agar Hoegeng melancarkan prosedur dan mekanisme kerja di Jawatan Imigrasi tersebut.
Juga mempercepat proses pengurusan exit permit, paspor dan layanan imigrasi, serta mengembalikan kewibawaan Jawatan Imigrasi.
Pada saat itu Hoegeng cukup lama mengemban tugasnya menjadi Kepala Jawatan Imigrasi Indonesia, hingga pada Juni 1965, Hoegeng menyatakan mundur sebagai Kepala Jawatan Imigrasi Indonesia digantikan oleh Widigda Sudigman.
Sumber: Buku Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.