HOEGENG, pria yang lahir pada tanggal 14 Oktober 1921, merupakan sosok teladan bagi Polisi Tanah Air. Sifat Hoegeng yang sederhana dan disiplin merupakan ciri khas dari dirinya yang masih dikenang hingga saat ini.
Sebelum menjadi Kapolri ke-5 ia pernah menjadi polisi dengan menjabat sebagai Kepala Direktoran Reserse dan Kriminal Kantor Kepolisian Sumatra Utara. Lalu setelah penugasannya di Medan ia pernah menjadi Kepala Jawatan Imigrasi Indonesia pada tahun 1961.
Tak hanya sampai situ perjalanan Hoegeng. Ia sempat ditunjuk Presiden Soekarno untuk menjadi Menteri Iuran Negara. Presiden Soekarno mendapat rekomendasi dari Sultan Hamengku Buwono IX untuk menjadikan Hoegeng Mentri saat itu.
Hoegeng dilantik menjadi Mentri Iuran Negara pada 27 Agustus 1964 di Istana Negara yang berada Bogor. Pada saat itu Hoegeng menjadi salah satu anggota Kabinet Dwikora. Sebagai Mentri Iuran Keuangan ia berada dalam kompartemen Kementrian Keuangan.
Baca Juga : Ketika Hoegeng Dituding Anti-China Berujung Dipanggil Presiden Soekarno
Setelah pengangkatan Hoegeng di Istana Negara oleh Presiden Soekarno, Hoegeng dipanggil oleh Sultan Hamengku Buwono IX dan dalam pertemuan itu Hoegeng baru mengetahui bahwa pengangkatannya sebagai Mentri Iuran Negara adalah usulan Sultan.
Penunjukkannya sebagai Mentri Iuran Negara diyakininya karena komitmen yang selama ini dia tunjukkan kejujuran, kesederhanaan dan kedisiplinan. Lalu tugasnya selama menjadi Mentri Iuran Negara ialah mengelola semua iuran atau pendapatan negara yang berasal dari pajak, bea dan cukai, serta landreete atau hasil dari penyewaan tanah.
Seperti yang sudah ia jalani sebagai orang dengan sikap disiplin dan jujur, ia dipercaya agar mencegah terjadinya penyelundupan barang yang merugikan keuangan negara.
Sumber: Buku Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.