Share

Covid-19 Melonjak, Presiden Korsel Perintahkan RS Tambah Tempat Tidur Pasien

Antara, · Selasa 21 Desember 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 21 18 2520270 covid-19-melonjak-presiden-korsel-perintahkan-rs-tambah-tempat-tidur-pasien-jQqQUXZejv.jpg Iustrasi rumah sakit (Foto: Okezone)

SEOULPresiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in, pada Senin (21/12), mengatakan rumah sakit (RS) harus segera menambah ketersediaan tempat tidur dan sumber daya manusia (SDM) untuk merawat para pasien Covid-19, ketika infeksi serius di negara itu hampir mencetak rekor.

"Selama setahun terakhir ini, kami bersiap menghadapi penambahan pasien dengan meningkatkan hampir dua kali lipat jumlah tempat tidur untuk merawat para pasien virus corona dan memperluas perawatan di rumah, tapi itu tidak cukup," terang juru bicara Moon, Park Kyung-mee, yang mengutip pernyataan sang Presiden.

Ketika berbicara dalam pertemuan dengan para pembantunya, Presiden Moon mendesak rumah-rumah sakit umum, terutama di wilayah Seoul yang paling parah dilanda Covid-19, agar menyisihkan lebih banyak sumber daya untuk menangani kasus-kasus serius.

 Baca juga: Gagal Atasi Covid-19, Presiden Korsel Minta Maaf

Moon juga meminta rumah-rumah sakit swasta serta para petugas medis untuk meningkatkan kemampuan perawatan.

Dia mengatakan jumlah dokter dan personel yang ditugaskan untuk menangani perawatan pasien virus corona akan ditambah.

 Baca juga: Korsel Bersedia Berbagi Vaksin Covid-19 dengan Korut

Pihak berwenang diketahui kembali memberlakukan aturan ketat pembatasan sosial pekan ini, yaitu satu hingga 1,5 bulan setelah melonggarkannya melalui penerapan kebijakan "hidup bersama Covid-19".

Keputusan untuk mengembalikan aturan ketat itu diambil karena sistem medis negara itu kewalahan akibat lonjakan infeksi harian dan kasus serius.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) selama akhir pekan lalu mengatakan tingkat keterisian ranjang di unit perawatan intensif bagi pasien Covid-19 mencapai 88 persen di Seoul dan lebih dari 79 persen di seluruh negeri.

Angka tersebut melampaui ambang batas 75 persen, yang dikatakan badan kesehatan akan memicu pemberlakuan langkah-langkah darurat.

KDCA pada Minggu tengah malam melaporkan 5.318 infeksi Covid-19 dan 54 kematian sehingga total kasus menjadi 570.414 orang dan yang kehilangan kehilangan nyawa sebanyak 4.776 orang sejak pandemi tersebut mulai melanda di Korsel.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini