Share

Ibu Negara Prancis Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Dituding sebagai Wanita Transgender

Susi Susanti, Okezone · Kamis 23 Desember 2021 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 18 2521529 ibu-negara-prancis-akan-tuntut-klaim-palsu-usai-dituduh-transgender-dilahirkan-sebagai-pria-cQbFk6cmr4.jpg Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istri Brigitte Macron (Foto: Alamy)

PRANCISIstri Presiden Prancis Emmanuel Macron, Brigitte Macron akan mengambil tindakan hukum atas teori konspirasi internet bahwa dia adalah seorang wanita transgender dan terlahir sebagai pria.

Ibu Negara Prancis telah menjadi sasaran di media sosial (medsos) dengan klaim palsu, setelah dipublikasikan di situs sayap kanan pada September lalu kemudian diedarkan oleh ahli teori konspirasi.

Desas-desus mengklaim dia dilahirkan sebagai laki-laki dengan nama Jean-Michel Trogneux. Namanya menjadi trending media sosial dengan puluhan ribu mention.

Baca juga: Viral Isu Ibu Negara Prancis Seorang Transgender, Lahir Sebagai Pria Bernama Jean-Michel

Seorang pengacara Brigitte Macron membenarkan bahwa dia mengambil tindakan hukum.

"Dia telah memutuskan untuk memulai proses, ini sedang berlangsung," terang pengacara Jean Ennochi mengkonfirmasi kepada kantor berita AFP.

 Baca juga: Istri Presiden Prancis Brigitte Macron, Tidak Disebutkan Terkena Covid-19

 

Kebohongan tentang wanita berusia 68 tahun itu telah disebarkan oleh akun-akun yang menentang suaminya, Presiden Emmanuel Macron, termasuk yang berada di sayap kanan politik, kelompok anti-vaksin dan dari gerakan konspirasi QAnon.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Media Prancis telah menelusuri cerita itu ke sebuah artikel yang ditulis di jurnal sayap kanan oleh seorang wanita bernama Natacha Rey. Menurut surat kabar Libération, cerita ini menemukan audiens yang lebih luas setelah dibahas dalam siaran YouTube yang banyak dilihat dengan pandangan yang dibagikan secara online oleh berbagai macam anti-vaxxers, skeptis Covid dan aktivis sayap kanan.

Ini bukan pertama kalinya Ibu Negara menjadi sasaran sejak suaminya terpilih pada 2017, karena troll sebelumnya membidik pasangan yang terpaut usia hampir 25 tahun.

Teori konspirasi ini muncul saat Prancis menghadapi pemilihan presiden pada musim semi 2022.

Macron belum secara resmi mengkonfirmasi dia akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua tetapi secara luas diharapkan.

Dia menghadapi persaingan dari Valérie Pécresse, kandidat untuk partai tradisional sayap kanan Republik, dan Eric Zemmour, seorang tokoh dan penulis TV Prancis, yang berharap untuk mewakili sayap kanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini