INGGRIS - ISIS telah membagikan poster menakutkan untuk menyambut perayaan Natal, yakni seorang ekstremis ISIS memenggal kepala Sinterklas.
The Sun melaporkan poster itu menggambarkan seorang pejuang bertopeng mengacungkan pisau berdarah di satu tangan, sambil memegang kepala Santa Claus yang terpengga berlumuran darah di tangan lainnya,
Poster itu disertai dengan pesan yang menakutkan. "Kami mengirim pesan kepada saudara-saudara monoteis kami di Eropa, Amerika, Australia, Kanada, Rusia, dan negara-negara lain yang tidak percaya dan murtad,” bunyi pesan itu.
Baca juga: Eks Militan ISIS Mengaku Bayar Rp114 Juta untuk Dibebaskan dari Penjara
“Kami berkata kepadamu, saudara-saudara kami, oh monoteis, balas dendam saudara-saudaramu yang telah dibunuh dan ditangkap oleh para bajingan ini,” lanjutnya.
“Serang warga negara-negara koalisi tentara salib dengan pisau Anda, tabrak mereka di jalan-jalan, ledakkan bom pada mereka, dan semprotkan peluru kepada mereka,” terangnya.
Baca juga: Sinterklas Datang Bawa Covid-19, Ratusan Penghuni Panti Jompo Terinfeksi, 18 Meninggal
Di poster lain, pohon Natal terbuat dari senapan dan helm tentara AS, bersama dengan pernak-pernik Stars and Stripes.
Poster seperti ini juga menggemakan video yang digunakan ISIS untuk memposting secara online pemenggalan kepala orang Barat.
Macer Gifford, seorang Inggris yang memerangi kelompok teroris, telah memperingatkan bahwa ISIS "berkembang menjadi binatang baru" untuk menyerang Barat.
Gifford meninggalkan pekerjaannya sebagai pedagang mata uang di London pada 2015 dan pergi ke Suriah untuk memerangi ekstremis Islam bersama pasukan Kurdi.
Dia memperingatkan bahwa meskipun kekhalifahan runtuh dan kehilangan hampir semua wilayahnya, ISIS masih menjadi "ancaman yang sama besarnya hari ini" saat mereka merekrut pejuang.
“Saya yakin ISIS akan berkembang. Semua kelompok teroris cukup mudah beradaptasi, Anda telah melihat itu terjadi selama 10/20 tahun terakhir bagaimana al-Qaeda telah beroperasi dan bagaimana ISIS beroperasi juga,” terangnya kepada Daily Express.
“Saya pikir ISIS ingin membuktikan kepada dunia bahwa mereka akan bertahan, bahwa mereka masih menjadi ancaman bagi Barat dan masih merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan,” tambahnya.
(Susi Susanti)