JAKARTA - Penembakan Misterius atau Petrus merupakan kasus yang terjadi antara tahun 1983 hingga 1985 atau pada masa Orde Baru (Orba).
Peristiwa ini termasuk dalam golongan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), karena telah mengadili seseorang tanpa melalui proses hukum.
Pelanggaran hak asasi yang dilakukan dalam Petrus adalah menghakimi siapa saja yang dinilai sebagai pelaku kriminal atau kejahatan, seperti preman, perampok, dan lain-lain.
Pada mulanya pemerintah menyanggah keterlibatan mereka dalam petrus. Pada Mei 1983. Benny Moerdani menyatakan kepada pers bahwa banyaknya penembakan gelap terjadi akibat perkelahian antargeng "Sejauh ini belum pernah ada perintah tembak di tempat bagi penjahat yang ditangkap," katanya dikutip dari buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap.
Baca juga: Kala Benny Moerdani Dikritik soal Penembakan Misterius Era 1980-an
Namun, belakangan, Soeharto dalam otobiografinya, Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya, menyatakan petrus di tujukan untuk menimbulkan efek jera kepada penjahat. "Ya, harus dengan kekerasan. Tetapi kekerasan itu bukan lantas dengan tembakan, dor! dor! begitu saja. Bukan! Tetapi yang melawan, ya, mau tidak mau harus ditembak." ujarnya dalam buku yang terbit pada 1989 itu.
Baca juga: Cerita Mantan Preman Diburu Petrus hingga Kabur ke Luar Negeri
Selama penyelidikan Komnas HAM pada 2008-2012, Soedomo diperiksa, tapi Benny tidak bisa diperiksa karena sedang sakit dan akhirnya meninggal. Komisi menyimpulkan bahwa peristiwa petrus adalah pelanggaran hak asasi manusia berat yang harus disidik oleh Kejaksaan Agung, Pelakunya adalah para tentara dan polisi di bahwa koordinasi Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban Republik Indonesia dan Presiden Soeharto. Tapi dokumen Komisi itu mandek di meja Kejaksaan Agung. Jadi siapa yang paling bertanggung jawab? "Ya, Benny Moerdani, kata Stanley Wakil Ketua Komnas HAM saat itu.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.