Share

17 Tahun Tsunami Aceh, Relawan Kenang Tak Berhenti Bertahlil dan Tahmid saat Evakuasi Korban

Jamal Pangwa, iNews · Minggu 26 Desember 2021 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 26 340 2522811 17-tahun-tsunami-aceh-cerita-relawan-kenang-tak-berhenti-bertahlil-dan-tahmid-saat-evakuasi-korban-GDYJlz1A68.jpg Relawan tsunami Aceh (Foto: istimewa)

ACEH - Bencana tsunami di Aceh telah berlalu 17 tahun lamanya. Ratusan ribu warga menjadi syuhada saat ombak datang melululantahkan Bumi Serambi Mekkah.

MNC Portal mengilas sekelumit cerita relawan saat membantu mengumpulkan jenazah korban tsunami di Aceh tersebut.

Dialah Zulkarnaini (36) warga Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Saat bencana tersebut dirinya masih berstatus mahasiswa.

Zulkarnaini dan lainnya pada saat itu masih duduk di Semester II Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe. Mereka ikut bergabung di UKM KSR PMI unit 04 Unimal.

Zulkarnaini terkenang kala mengumpulkan ratusan mayat yang sudah berhari-hari tak dievakuasi sehingga menimbulkan aroma yang tak sedap yang hingga kini masih diingatnya.

Baca juga: Kenang 17 Tahun Tsunami, Jurnalis Aceh Gelar Pameran Foto dan Doa Bersama

Dia beserta dengan timnya menyusuri daerah Ulee Lheu tepatnya di daerah Punge, daerah yang paling parah pada saat tsunami menerjang Aceh, buktinya kapal PLTD Apung bertengger di kawasan Punge setelah terseret jauh dari bibir pantai Ulee Lheu.

Dirinya menceritakan bahwa saat itu kondisinya mayat masih bergelimpangan dengan kondisi tubuh yang sudah luluh dan lapuk. lalu dikumpulkan satu persatu oleh tim UKM KSR PMI Unimal tersebut.

Baca juga: Liburan ke Lombok, Teuku Wisnu Waswas dengan Ancaman Tsunami

Tubuh tubuh tersebut harus diangkat secara perlahan dan aroma menyengat menembus masker yang dikenakan.

Kemudian, lanjut dia, para relawan memasuki rumah yang sudah luluh lantah satu persatu, menyisir tiap puing puing bangunan yang roboh. Tak jarang, saat puing tersebut diangkat mereka mendapati mayat yang sudah tertimbun di antara reruntuhan.

Kala itu suasana haru kerap menyelimuti Zul -sapaan akrabnya- dan tim. Betapa tidak, tsunami begitu dahsyat menghantam kawasan tersebut hingga tak menyisakan apa pun. Semua bangunan rata dengan tanah.

Air mata tim saat itu tumpah tidak tertahan, tahlil dan tahmid tak berhenti diucapkan saat mengevakuasi para syuhada tersebut.

Suasana haru semakin mendalam ketika ada mayat anak dan orangtuanya yang saling berdekapan. Zul dan tim tak dapat membayangkan bagaimana kondisi keluarga tersebut saat tsunami menghantam rumah mereka.

Baca juga: Melly Goeslaw Berharap Gempa di Utara Flores Tak Sampai Memicu Tsunami

Sementara itu, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono menyebutkan bahwa gempa M9,2 yang mengguncang Aceh menyebabkan lebih dari 230 ribu warga meninggal dunia di 8 negara. 
Indonesia diketahui merupakan lokasi paling parah terdampak bencana di pengujung tahun tersebut.
"Melawan lupa: hari ini 17 thn lalu, 26 Des 2004 tjd Tsunami Aceh. Gempa M9,2 di Samudra Hindia barat Aceh memicu tsunami lebih dr 40 m (Lhoknga) menyebabkan lbh dr 230.000 org meninggal di 8 negara. Di Somalia, yg jaraknya ribuan km dr Indonesia, korban meninggal lbh dr 100 org," tulisnya di akun Twitternya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono menyebutkan bahwa gempa M9,2 yang mengguncang Aceh menyebabkan lebih dari 230 ribu warga meninggal dunia di 8 negara. 

Indonesia diketahui merupakan lokasi paling parah terdampak bencana di pengujung tahun tersebut.

"Melawan lupa: hari ini 17 thn lalu, 26 Des 2004 tjd Tsunami Aceh. Gempa M9,2 di Samudra Hindia barat Aceh memicu tsunami lebih dr 40 m (Lhoknga) menyebabkan lbh dr 230.000 org meninggal di 8 negara. Di Somalia, yg jaraknya ribuan km dr Indonesia, korban meninggal lbh dr 100 org," tulisnya di akun Twitternya.

Baca juga: Peristiwa 26 Desember: Tsunami Terjang Aceh Tewaskan Ratusan Ribu Orang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini