ABUJA – Hasil audit menunjukkan bahwa Kepolisian Nigeria kehilangan puluhan ribu pucuk senjata api serta amunisi lainnya.
Laporan oleh Kantor Auditor-Jenderal Federasi (AuGF) telah mengungkapkan bahwa lebih dari 88.000 senapan AK-47 dan senjata api serta amunisi lainnya dalam pengawasan Angkatan Polisi Nigeria hilang atau tidak ditemukan.
BACA JUGA: Nigeria Hancurkan 1 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sumbangan Negara Barat
Audit tersebut meninjau daftar pergerakan senjata, pengembalian senjata dan amunisi bulanan dan daftar amunisi di bagian gudang senjata.
Dalam jumlah yang diberikan, 88.078 senapan AK-47. 3.907 berbagai macam senapan dan pistol di berbagai formasi polisi telah hilang per Januari 2020.
Rincian menunjukkan bahwa unit Police Mobile Force (PMF) kepolisian Nigeria kehilangan 1.721 pucuk senjata api, tetapi catatan yang diterima Satuan Persenjataan di Markas Besar Kepolisian menunjukkan tidak ada laporan kehilangan senjata api di 21 skuad PMF.
BACA JUGA: Tentara Nigeria Ditangkap karena Terima Lamaran Pernikahan, Dianggap Langgar Kode Militer
"Nilai senjata api yang hilang tidak dapat dipastikan karena tidak ada dokumen yang berkaitan dengan biaya perolehannya untuk diperiksa," kata laporan audit itu.
Laporan itu juga menemukan bahwa 10 kontrak senilai
Menurut laporan itu, 10 kontrak pengadaan senjata senilai N1.136 miliar (sekira Rp39 miliar) diberikan kepada tiga perusahaan dengan pemilik yang sama. Di profil perusahaan, nomor telepon kontak dan alamat email ketiga perusahaan itu sama.
Ketiga perusahaan tidak mengungkapkan hubungan mereka sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengadaan seperti yang dipersyaratkan oleh peraturan yang ada, kata laporan itu.
Akibatnya, AuGF meminta kepolisian untuk menjelaskan mengapa kontrak diberikan kepada perusahaan yang dimiliki oleh orang yang sama.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.