Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengkhianatan Komandan Pengawal Istana Berujung Banten Taklukkan Kerajaan Pajajaran

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 03 Januari 2022 |04:58 WIB
Pengkhianatan Komandan Pengawal Istana Berujung Banten Taklukkan Kerajaan Pajajaran
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
A
A
A

Motifnya tak lain karena rasa sakit hatinya selama menjabat sebagai komandan pengawal Kerajaan Pajajaran, sang raja tidak pernah menaikkan jabatannya. Hal ini memicu rasa sakit hatinya pada Kerajaan Pajajaran dan rajanya.

Tetapi perihal pasukan Banten yang melakukan serangan ke kawasan Pakuan, Banten perlu merencanakan waktu cukup lama yakni sembilan tahun. Selama sembilan tahun itulah taktik, strategi, pasukan, dan peralatan disiapkan Kesultanan Banten menyerang Pajajaran.

Hal ini setelah sebelumnya beberapa wilayah yang menjadi kekuasaan Pajajaran terlebih dahulu dikuasai. Penyerangan ini didasari pada keinginan Maulana Yusuf untuk turut menyebarkan agama Islam ke daerah pedalaman Banten. Sehingga sejak saat itu, Jawa Barat dikenal oleh banyak orang sebagai daerah penyebaran agama baru.

Perihal penyerangan Banten ke Pajajaran, ini konon bukan merupakan penyerangan biasa. Melainka menyerbu ke segala lini Pakuan, dan melumpuhkan segala bidangnya. Pasca serangan Banten dan larinya Raja Nilakendra kian mempersulit posisi Pajajaran dan semakin memperburuknya.

Pada sebuah sumber Cirebon, dikisahkan Pajajaran lenyap dari permukaan bumi pada tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 saka, berarti bertepatan tanggal 11 Rabiul Awal 987 hijriah atau 8 Mei 1579 Masehi.

Baca juga: Kekuatan Mengerikan Pasukan Elite Kerajaan Pajajaran di Masa Prabu Siliwangi

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement