Share

Demo Bawa 10.000 Lebah di Depan Istana dan Sengat 7 Polisi, 4 Peternak Ditahan

Susi Susanti, Okezone · Rabu 05 Januari 2022 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 18 2527619 peternak-demo-bawa-10-000-lebah-di-depan-istana-sengat-7-polisi-4-orang-ditahan-TGQ0IJTAnv.jpg Peternak lebah ditahan polisi usai bawa 10.000 lebah saat demonstrasi (Foto: Reuters)

SANTIAGO - Menurut pejabat setempat, empat peternak lebah ditahan setelah memprotes di depan istana presiden Chile di Santiago pada Senin (3/1). Tujuh petugas polisi disengat selama demonstrasi.

Peternak lebah menginginkan reformasi pemerintah untuk meningkatkan harga madu atau memberikan subsidi kepada produsen madu. Mereka telah meminta untuk bertemu dengan Presiden Sebastian Pinera.

Para peternak lebah memasang sekitar 60 sarang lebah, yang berisi sekitar 10.000 lebah, di jalan di depan istana.

Tujuh petugas polisi nasional, yang disebut Carabiniers, disengat saat mencoba menangkap peternak lebah dan memindahkan sarang lebah dari jalan, Polisi mengatakan mereka telah dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: Kisah Peternak Tampan Raup Cuan Miliaran Rupiah dari Telur

Sementara itu, beberapa orang yang lewat saat demo terjadi khawatir dengan risiko yang ditimbulkan lebah terhadap publik.

"Ini berbahaya bagi orang yang alergi (terhadap lebah) karena bisa menyebabkan kematian," kata seorang warga.

Baca juga: Tak Cuma Madu, Ternyata Getah Lebah Juga Punya Banyak Manfaat Loh

Salah satu peternak lebah, Jose Iturra, mengatakan kepada wartawan lokal bahwa kekeringan di komune Colina di utara Santiago membunuh populasi lebah lokal.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

"Lebah sedang sekarat," kata Iturra.

"Tidak akan ada kehidupan jika lebah mati. Itu yang ingin kami soroti dengan demonstrasi ini,” lanjutnya.

Seorang perwakilan Kementerian Pertanian di wilayah Santiago mengatakan bahwa badan tersebut juga prihatin dengan dampak kekeringan terhadap lebah. Sekretaris pertanian regional, Omar Guzman, mengatakan kepada wartawan mengatakan pemerintah telah memberikan bantuan selama berbulan-bulan kepada 20 komunitas yang mengalami kekurangan air yang parah.

Diketahui, produksi madu telah dirugikan oleh kekeringan jangka panjang di Chili yang telah melemahkan sumber makanan lebah seperti bunga dan tanaman. Ilmuwan mengatakan meskipun kekeringan kerap terjadi di Chili, namun kekeringan besar saat ini telah berlangsung sejak 2010 dan perubahan iklim setidaknya sebagian yang harus disalahkan.

Kekeringan dan kenaikan suhu akibat perubahan iklim telah mempengaruhi populasi lebah di seluruh dunia. Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal Science menemukan bahwa populasi turun sekitar 50% di Amerika Utara dan 17% di Eropa dalam satu generasi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini