"Dari sisi semangat mereka itu luar biasa. Artinya, sudah saatnya dari apa yang terjadi saat ini supaya keutuhan tim Eijkman dipertahankan. Jangan sampai karena masalah kepegawaian tim itu dipecah," lanjut dia.
Sementara itu Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, membantah bahwa perubahan sistem itu tidak akan berdampak pada kinerja Eijkman dalam penanganan dan riset terkait Covid-19.
"Justru timnya Eijkman makin kuat. Tim untuk melakukan itu misalnya tim pengembanganan vaksin akan bergabung dengan tim dari LIPI. Kemudian surveilans genome sequencing juga sama karena selama ini yang melakukan kan tim Eijkman dan LIPI, jadi sama sekali tidak ada pengaruhnya," kata dia.
Menurut Handoko, perubahan ini justru akan 'memperkuat' Eijkman sebagai sebuah lembaga penelitian dengan anggaran riset yang lebih besar dengan peneliti yang memenuhi 'standar kualifikasi', serta infrastruktur yang lebih lengkap.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.