Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Motif Oknum Prajurit TNI Buang Sejoli Korban Kecelakaan di Nagreg: Melepas Tanggung Jawab

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Kamis, 06 Januari 2022 |16:15 WIB
Motif Oknum Prajurit TNI Buang Sejoli Korban Kecelakaan di Nagreg: Melepas Tanggung Jawab
Danpuspomad Letjen TNI Chandra W. Sukotjo serahkan berkas penabrak sejoli di Nagreg (Foto: MNC Portal)
A
A
A

JAKARTA - Danpuspomad Letjen TNI Chandra W. Sukoco mengungkapkan motif ketiga oknum prajurit TNI membuang sejoli korban kecelakaan di Nagreg ke Sungai Serayu lantaran ingin melepaskan tanggung jawab.

Dia mengatakan bahwa Kolonel P berserta dua pelaku lainnya ingin menghilangkan bukti-bukti yang menghubungkan mereka dengan awal kecelakaan lalu lintas di Nagreg.

Chandra menegaskan bahwa aksi ketiga oknum prajurit TNI itu di luar batas perikemanusiaan.

"Kami selaku Pusat Polisi Militer Angkatan Darat atau penyidik yang menangani kasus ini bersyukur bahwa kasus ini dapat kami selesaikan dengan baik dan telah kami limpahkan kepada Orditur Militer yang tentunya akan memproses ini kepada proses hukum selanjutnya," kata Chandra, Kamis (6/1/2022).

Ia mengungkapkan bahwa kasus ini pertama menjadi perhatian Pomad pada 21 Desember 2021 lalu. Di mana Polresta Bandung menyampaikan adanya dugaan keterlibatan oknum TNI AD.

Baca juga: Berkas Penabrak Sejoli di Nagreg Dilimpahkan, Hasil Tes Kejiwaan Pelaku Jadi Sorotan

"Informasi dari Polresta ini ditindaklanjuti jajaran Kepolisian Militer di wilayah Jawa Barat. Dari hasil pendalaman maka informasi itu ditindaklanjuti sampai identifikasi pada 23 Desember 2021. Bahwa tersangka pelakunya adalah 3 orang oknum TNI AD," jelas Chandra Sukoco.

Saat itu, kata dia, pihaknya segera mencari lokasi para pelaku berada. lalu pada malam itu juga ketiganya berhasil diamankan.

Baca juga: Pembuang Sejoli Berpangkat Kolonel, Danpuspomad: Penegakan Hukum Tak Pandang Bulu!

Dari hasil pemeriksaan awal, lanjut dia, ada upaya dari pelaku untuk menghindar dan menyangkal perbuatannya.

Meski demikian, dalam proses penyidikan yang dilakukan Pomad didapatkan bukti-bukti atau pengakuan dari pelaku yang menyatakan bahwa mereka terlibat langsung dalam kasus tersebut.

"Dalam proses pemeriksaan oleh Pomad, pimpinan AD untuk dilakukan pemeriksaan tes kesehatan jiwa maupun pemeriksaan psikologi, ini sebagai bahan evaluasi atau masukan dari organisasi TNI AD mengantisipasi di masa depan," tuturnya.

Baca juga: Danpuspomad Targetkan Berkas Perkara Oknum Prajurit Pembuang Sejoli di Sungai Rampung Pekan Depan

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement