Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dua Raja Kerajaan Galuh Berperang Imbas Larangan Pernikahan Sunda-Jawa

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 08 Januari 2022 |07:04 WIB
Dua Raja Kerajaan Galuh Berperang Imbas Larangan Pernikahan Sunda-Jawa
Salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Galuh. (Foto: Istimewa)
A
A
A

PERTARUNGAN dua raja pecah akibat efek dari Perang Bubat antara Kerajaan Majapahit dan Sunda. Pernikahan antara raja Kerajaan Galuh dengan perempuan asal Majapahit, memicu kemarahan Raja Susuktunggal.

Sebagaimana dituliskan dalam buku 'Hitam Putih Pajajaran: dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran' tulisan Fery Taufiq El Jaquene, terjadi pernikahan antara kerabat Dewa Niskala dengan salah satu pengungsi dari Majapahit pasca-kejadian Bubat

Kala itu, Kerajaan Majapahit memang tengah mengalami kemunduran. Wilayahnya pun diserang sehingga membuat warganya mengungsi hingga ke Jawa Barat, ibu kota Kawali, Galuh. Saat itulah terjadi pernikahan antara Raja Galuh dengan perempuan asal Majapahit.

Baca juga: Ketika Nasib Gajah Mada Berakhir Tragis, Disalahkan Usai Pembantaian Raja Sunda dan Permaisurinya

Terlebih lagi, Kerajaan Galuh terpecah menjadi dua bagian usai raja Galuh Rahyang Wastu wafat. Pecahan pertama dipimpin oleh Raja Dewa Niskala, pecahan kedua dipimpin oleh Raja Susuktunggal. Makin rumit karena Raja Dewa Niskala dan Raja Susuktunggal ini memiliki gelar yang sama.

Dewa Niskala menikah dengan perempuan Majapahit dianggap Raja Susuktunggal dianggap melanggar perjanjian. Mengingat saat itu Kerajaan Sunda Galuh telah menyepakati masyarakat Sunda tidak boleh menikah dengan masyarakat Jawa, khususnya Majapahit setelah terjadi Perang Bubat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement