Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PERISKOP 2022 : Mengintip Peluang Reshuffle Kabinet Indonesia Maju

Awaludin , Jurnalis-Sabtu, 08 Januari 2022 |09:07 WIB
PERISKOP 2022 : Mengintip Peluang <i>Reshuffle</i> Kabinet Indonesia Maju
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan perombakan kabinetnya atau reshuffle beberapa kali dalam memimpin Tanah Air. Memasuki 2022, isu mengenai reshuffle kabinet kembali menguap. Indikasinya, ada beberapa nama yang diisukan masuk ke dalam susunan Kabinet Indonesia Maju.

Seperti diketahui isu reshuffle berhembus setelah Kepala Negara itu menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2021 tentang Kementerian Sosial. Di mana melalui Perpres tersebut, orang nomor satu di Indonesia itu menambah posisi wakil menteri sosial (wamensos). Banyak yang menduga adanya posisi wamen ini merupakan indikasi akan adanya reshuffle kabinet.

Direktur Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menanggapi isu rehuffle tersebut. Menurut Pangi, Presiden Jokowi kerap mengumumkan reshufle ketika negara dalam keadaan tidak bising, dan ketika publik tidak membicarakan soal perombakan para pembantu presiden.

"Selama ini kebiasaan Jokowi mengumumkan reshuffle kalau tidak bising, yang sudah-sudah reshuffle di Rabu Pon. Yang tahu reshuffle Jokowi dan Tuhan yang tahu, tokek Istana bahkan tidak bisa mencuri info reshuffle, bahkan kisi-kisi nama yang keluar dari kantong Jokowi," kata Pangi kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Presiden Jokowi

Pada Rabu, 25 Agustus 2021, Partai Amanat Nasional (PAN) ikut merapat ke Istana bersama enam partai lain, dan menjadi bagian dari koalisi Jokowi. Keputusan partai yang diketuai Zulkifli Hasan itu bergabung dengan Istana tentu mengejutkan banyak pihak, apalagi partai tersebut telah menjadi oposisi dari Jokowi selama dua kali, yakni pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.

Zulkifli Hasan pun baru-baru ini mengungkap alasan PAN mau merapat ke Istana setelah dua kali menelan kekalahan sebagai oposisi. Zulkifli menyatakan sudah tak ada lagi pemimpin yang didukung, setelah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang dijunjung oleh PAN, kini sudah merapat ke Istana.

"PAN berkemungkinan masuk, karena enggak ada dalam politik tanpa syarat, selalu dalam politik bicara apa, dapat apa, bagaimana dan pembicaraan apa," beber pria lulusan Universitas Indonesia, Jakarta itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement