Bukan kali ini saja isu reshuffle ramai diperbincangkan. Pada bulan November lalu juga sempat berhembus Jokowi akan melakukan reshuffle bersamaan dengan pergantian Panglima TNI. Namun hal tersebut langsung dibantah Jokowi. Jokowi mengatakan masih belum berpikiran melakukan reshuffle kabinet.
“Reshuffle belum terpikir,” ungkap Jokowi.
Ditanyakan soal apakah PAN akan bergabung ke koalisi, Jokowi hanya mengatakan belum terpikirkan soal reshuffle.
“Reshuffle belum terpikir ke arah sana,” tuturnya.
Sementara itu, menanggapi mencuatnya isu Reshuffle Indonesia Maju pada 2022, Analis Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam mengatakan, selama kepemimpinan periode kedua Presiden Jokowi masih ada minimal satu kali reshuffle kabinet, termasuk kemungkinan dilakukan pada tahun 2022 mengingat sejumlah faktor.
"Terutama masuknya PAN sebagai pendukung pemerintah. Dengan demikian, masuknya dukungan PAN tentu tak bisa lepas dari kompensasi kekuasaan, terutama jabatan Menteri. Artinya masuknya PAN sangat besar peluangnya untuk melakukan reshufle oleh Presiden Jokowi," kata Arif kepada Okezone.
Arief pun menilai menteri yang akan terlempar dalam Reshuffle Indonesia Maju kali ini tidak berasal dari partai politik. "Yang potensial di geser menteri yang tak berasal dari parpol," tutur Arif.
(Awaludin)