3. Vaksin AstraZeneca
Untuk booster homolog berbasis non replicating. Data keamanan menunjukkan efeknya bersifat ringan 55 persen, sedang 37 persen. Imugenitasnya menunjukkan antibodi sebesar 3,5 kali.
4. Vaksin Moderna
Untuk homolog dan heterolog booster dengan dosis setengah. Untuk heterolognya Moderna untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, dan J&J. Vaksin ini menunjukkan respon antibodi netralisasi sebesar 13 kali setelah pemberian dosis booster. Dan subjek dewasa 18 tahun ke atas.
5. Vaksin Zifivax
Untuk booster heterolog dengan primer Sinovac atau Sinopharm dengan pemberian setelah 6 bulan ke atas. Menunjukkan titer antibodi netralisasi meningkat lebih dari 30 kali dengan subjek pada subjek yang telah mendapatkan vaksin Sinovac atau Sinopharm.
Menurutnya, nanti juga akan ada program yang akan dirancang pemerintah dalam memberikan vaksin booster. Tentunya pemberian vaksin booster akan dilihat dari prioritasnya baru kemudian ke masyarakat umum.
"Prioritas tentunya didahullukan untuk populasi berisiko tinggi lansia, tenaga kesehatan," ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.