Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Vaksin Booster Covid-19 Dimulai 12 Januari, BPOM Ungkap 5 Vaksin yang Bisa Digunakan

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 10 Januari 2022 |12:11 WIB
Vaksin Booster Covid-19 Dimulai 12 Januari, BPOM Ungkap 5 Vaksin yang Bisa Digunakan
Kepala BPOM Penny Lukito (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Program vaksinasi booster Covid-19 rencananya akan dimulai pada 12 Januari 2022. Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito, hingga saat ini, ada lima vaksin yang bisa menjadi vaksin booster. 

Penny mengatakan, berdasarkan pengamatan uji klinik dari semua vaksin Covid-19 terjadi penurunan antibodi di bawah 30 persen setelah 6 bulan pemberian vaksin primer yang lengkap. Untuk itu, diperlukan vaksin booster untuk kembali meningkatkan ketahanan terhadap virus.

"Hingga saat ini, diperlukan booster lanjutan untuk mempertahankan efikasi vaksin terhadap Covid-19 sesuai rekomendasi WHO," ujarnya dalam jumpa pers secara virtual, Senin (10/1/2022).

Baca Juga:  Bertambah 477, 3.213 Pekerja Migran Dikarantina di Wisma Atlet Pademangan

Sejak November 2021, kata Penny, BPOM bersama pihak terkait telah melakukan pengkajian mutu dan ketahanan vaksin Covid-19 sebagai vaksin primer untuk menjadi vaksin booster.

"Pada hari ini, kami melaporkan ada 5 vaksin yang telah mendapatkan authorized," katanya.

Kelima vaksin tersebut yakni:

1.Vaksin Coronavac Covid-19 Biofarma

Untuk booster homolog yang akan diberikan sebanyak 1 dosis setelah enam bulan dari vaksinasi primer dosis lengkap Coronavac Covid-19 untuk usia 18 tahun. Berdasarkan pertimbangan dari uji klinik, keamanan yang tidak diinginkan dan sering terjadi berhubungan dengan vaksin yaitu seperti nyeri di tempat suntikan, kemerahan, umumnya tingkat keparahannya level 1 dan 2.

Imugenitas menunjukkan peningkatan titer antibodi netralisasi hingga 31-35 kali setelah 28 hari pemberian vaksin booster pada subjek dewasa.

2. Vaksin Pfizer

Untuk booster homolog dengan platform mRNA diberikan sebanyak 1 dosis minimal setelah 6 bulan setelah vaksinasi primer untuk usia 18 tahun ke atas. Data-data menunjukkan keamanan dan kejadian yang tidak diinginkan umumnya nyeri pada tempat suntikan, nyeri otot, nyeri sendi, demam dengan grade 1-2. Imugeniotas menunjukkan rata-rata titer netralisasi antibodi setelah 1 bulan sebesar 3,3 kali.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement