Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cinta Ken Arok Bersemi untuk Ken Dedes di Lokasi Ini, Begini Kondisinya Sekarang

Yuswantoro , Jurnalis-Selasa, 11 Januari 2022 |07:02 WIB
Cinta Ken Arok Bersemi untuk Ken Dedes di Lokasi Ini, Begini Kondisinya Sekarang
Situs Patirtan Watu Gede. (Foto: Yuswantoro)
A
A
A

AIR di telaga Situs Patirtan Watu Gede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang begitu menyejukkan. Kesejukan menjalar dari air telaga dan rindangnya pepohonan besar.

Sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono menyebut sebagai air suci. Sumber air di situs ini sangat diskralkan sehingga disebut sebagai patirtan.

"Patirtan Watu Gede ini, digunakan khusus untuk para ratu. Salah satu yang utama adalah untuk Puteri Ken Dedes," ungkapnya.

Dalam kitab Pararaton bahkan disebutkan bahwa di sinilah pertama kali Ken Arok bertemu dengan Ken Dedes. Pertemuan itulah yang membuat Ken Arok akhirnya jatuh cinta kepada Ken Dedes.

Selain menjadi media penting pertemuan antara Arok dan Dedes. Patirtan Watu Gede yang kini keberadaannya terus terhimpit oleh padatnya bangunan permukiman penduduk tersebut, di masa lampau juga sangat disucikan.

Penyucian sumber air oleh masyarakat masa lalu, menjadikan sumber air selalu lestari. Termasuk kawasan di sekitarnya. Tidak akan ada pembabatan hutan dan perusakan lingkungan di kawasan sumber air.

Baca juga: Rahasia Kecantikan Ken Dedes Bikin Ken Arok Jatuh Cinta, Bermula dari Melihat Betisnya

"Masyarakat masa lalu, menyadari betul air merupakan sumber kehidupan. Sehingga mereka menjaganya dengan baik," tuturnya.

Dwi menyebutkan, hampir seluruh sumber air yang ada di wilayah lereng timur Gunung Arjuna. Di mana kawasan itu menjadi pusat Kerajaan Singhasari. Sumber air, selalu disakralkan dan dijaga kelestariannya.

Selain Patirtan Watu Gede. Masih ada patirtan Sumberawan, Sumbernagan, dan Kedung Biru yang berada di wilayah Kecamatan Singosari, dan Sumber Polaman, yang berada di wilayah Kecamatan Lawang.

Di Situs Sumberawan yang terletak di Desa Tirtomoyo, terdapat Candi Sumberawan yang berbentuk stupa tanpa puncak. Candi stupa satu-satunya di Jawa Timur tersebut memiliki ukuran panjang 6,25 m, lebar 6,25 m, dan tinggi 5,23 m dan berada di ketinggian 650 mdpl.

Candi ini ditemukan pertama kali pada tahun 1845. Dikunjungi dinas purbakala Hindia Belanda pada tahun 1928 dan 1935. Pada tahun 1937 diadakan pemugaran.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement