Share

Perkelahian Pecah di Penjara yang Penuh Sesak, 6 Napi Tewas dan 33 Terluka

Susi Susanti, Okezone · Rabu 12 Januari 2022 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 18 2530832 perkelahian-pecah-di-penjara-yang-penuh-sesak-6-napi-tewas-dan-33-terluka-oCInqLfzmE.jpg Perkelahian pecah di penjara yang penuh sesak di Filipina (Foto: AFP)

MANILA - Pihak berwenang mengatakan enam narapidana tewas dan 33 terluka dalam perkelahian di sebuah penjara yang penuh sesak di Filipina pada Selasa (10/1). Ini menjadi insiden kedua dalam beberapa minggu.

Juru bicara Biro Manajemen Penjara dan Penologi Xavier Solda mengatakan perkelahian mematikan terjadi antara geng-geng saingan di Penjara Kota Caloocan di Wilayah Ibu Kota Nasional.

Investigasi sedang berlangsung mengenai penyebab kekerasan yang menurut Solda dimulai sebagai perkelahian antara dua narapidana sebelum yang lain bergabung. Tidak jelas senjata apa yang digunakan.

Dia mengatakan larangan kunjungan keluarga sejak awal pandemi Covid-19 mungkin menjadi faktor.

“Sudah hampir dua tahun kami tidak melakukan kunjungan fisik di fasilitas kami karena Covid-19, jadi kami tidak dapat mengesampingkan sudut bahwa ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa orang lain bergabung dalam pertarungan antara keduanya. PDL (orang yang dirampas kebebasannya)," terangnya kepada AFP.

Baca juga:  Tahanan Membludak, Denmark Sewa Penjara Rp3,3 Triliun di Kosovo Selama 10 Tahun

Pengamanan telah ditingkatkan untuk menjaga ketertiban di fasilitas tersebut.

Diketahui, kekerasan biasa terjadi di penjara-penjara Filipina, karena infrastruktur yang tidak memadai dan sistem peradilan yang lamban serta kapasitas penjara yang membludak yang terkadang diisi hingga lima kali kapasitasnya.

Baca juga: Kisah Para Tahanan Wanita Berjuang Hadapi Pandemi Covid-19 di Penjara

Solda menjelaskan sekitar 1.900 narapidana dijebloskan ke dalam Penjara Kota Caloocan, meskipun dirancang untuk kurang dari 200 orang.

Sebelumnya insiden terjadi setelah perkelahian di Penjara Bilibid Baru di ibu kota pada 2 Januari lalu yang menyebabkan tiga narapidana tewas dan 14 lainnya luka-luka. Senjata rakitan dan senjata berbilah digunakan dalam bentrokan di penjara terbesar di negara itu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(sst)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini