Viral Pensiunan Guru Minta Tolong Presiden Usai Ditipu dan Terusir dari Rumahnya

Adi Haryanto, Koran SI · Kamis 13 Januari 2022 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 340 2531762 viral-pensiunan-guru-minta-tolong-presiden-usai-ditipu-dan-terusir-dari-rumahnya-UObA2tIMKy.jpg Pensiunan guru minta keadilan ke Presiden (Foto: Istimewa)

BANDUNG BARAT - Video seorang nenek bernama Ellen Plaissaer Sjair (80) pensiunan Guru SMPK BPPK yang ditipu oleh cucu tirinya berinisial IW beredar viral di sejumlah WhtasApp grup dan media sosial (medsos).

Warga Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang hidup sebatang kara itu terancam kehilangan satu-satunya rumah tinggal tempatnya selama ini hidup dengan suaminya yang sudah almarhum.

Pada video berdurasi 1 menit 41 detik itu, terdengar jelas sang nenek sedang ditanya oleh seseorang terkait persoalan yang dihadapinya. Sebab dirinya terancam diusir karena sertifikat rumahnya dicuri dan dijual oleh cucu tirinya, serta tandatangan dirinya juga dipalsukan.

"Saya mohon kepada Pak Jokowi, Presiden, kepada Gubernur Jawa Barat Pa Emul, Ridwan Kamil, dan Bupati Bandung Barat supaya menolong nenek agar tidak diusir dari rumah ini, karena nenek tidak tahu harus pergi kemana. Gak punya apa-apa lagi, ya minta tolonglah sama beliau-beliau," tuturnya.

Ellen saat ini dipaksa mengosongkan rumahnya meski tidak pernah menjualnya. Itu terjadi ketika cucu tirinya berinisial IW mencuri sertifikat rumah yang diwasiatkan kepadanya dari mendiang suaminya, Peter S. Danoewinata (alm) sekitar tahun 2013. IW juga memalsukan tanda tangan Ellen pada surat kuasa menjual rumah.

Baca juga: Ngaku Bendahara Dealer Motor, Mamah Muda Tipu Warga

Pada tahun 2015, Ellen melaporkan IW ke kepolisian atas dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan. IW pun terbukti bersalah dan telah menjalani hukuman kurungan penjara selama 2 tahun. Bahkan notaris yang terlibat dalam pembuatan Surat Kuasa Menjual berinisial FL pun telah dinyatakan bersalah oleh majelis pengawas daerah notaris.

Baca juga: Viral Video Pemotor Bawa Peti Mati karena Jalanan Tak Bisa Dilalui Mobil

Namun pada tahun yang sama, pihak yang membeli rumah dari IW justru menggugat Ellen untuk mengosongkan dan menyerahkan rumah. Tragisnya, Ellen kalah tiga kali berturut-turut dalam persidangan melawan pihak pembeli, bahkan sampai tingkat Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung. Sehingga dia dipaksa untuk mengosongkan dan menyerahkan rumahnya.

"Ini jelas melukai rasa keadilan. Bagaimana hukum yang diciptakan untuk manusia justru memperkosa hak manusia itu sendiri? Nenek Ellen itu korban kejahatan IW yang memalsukan tanda tangannya untuk menjual rumah, namun malah dipaksa menyerahkan rumahnya," kata Kepala Kantor Hukum Williard Malau & Partner, Willard Malau yang membantu kasus Nenek Ellen.

Pihaknya yang membantu Nenek Ellen sejak Desember 2020 secara Pro Bono (cuma-cuma) atas dasar kemanusiaan dan tercapainya keadilan, memohon Pengadilan Negeri Bale Bandung Kelas 1A untuk menunda proses eksekusi. Sebab pihaknya sedang mengajukan gugatan perdata untuk membatalkan akta jual beli yang cacat hukum tersebut.

"Harapan Nenek Ellen dimasa senjanya adalah dapat tinggal dengan damai di rumah kenangan peninggalan mendiang suaminya. Diapun tidak menuntut ganti rugi satu rupiahpun baik kepada IW ataupun Pembeli. Beliau hanya memohon belas kasih agar rumah tersebut tidak diambil paksa," kata Willard.

Baca juga: Viral! Avengers Asik Makan Siang di Warteg

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini