Share

Raja Belanda Pensiunkan Kereta Emas Terkait Kasus Perbudakan, Dianggap Menyinggung Banyak Orang

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 14 Januari 2022 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 18 2532426 raja-belanda-pensiunkan-kereta-emas-terkait-kasus-perbudakan-dianggap-menyinggung-banyak-orang-I5klt8nZql.jpg Raja Belanda pensiunkan kereta emas terkait masalah perbudakan (Foto: AP)

BELANDA - Raja Belanda Willem-Alexander telah mengumumkan bahwa dirinya akan berhenti menggunakan kereta emas bersejarah di tengah perdebatan tentang masalah perbudakan.

Dalam sebuah video resmi yang mengumumkan langkah tersebut, Raja Willem-Alexander mengakui bahwa kereta itu menyinggung sejumlah besar orang dan meminta negara itu untuk menghadapi warisan sejarah kolonialnya bersama-sama.

"Tidak ada gunanya mengutuk dan mendiskualifikasi apa yang telah terjadi melalui lensa zaman kita," katanya.

“Melarang benda dan simbol sejarah saja tentu juga bukan solusi. Sebaliknya, diperlukan upaya bersama yang lebih mendalam dan memakan waktu lebih lama. Upaya yang menyatukan kita bukan memecah belah kita,” lanjutnya.

Baca juga:  Belanda Minta Maaf soal Kekerasan Masa Lalu kepada Indonesia

"Selama ada orang yang tinggal di Belanda yang merasakan sakitnya diskriminasi setiap hari, masa lalu akan tetap membayangi zaman kita," tambahnya.

Kereta tidak digunakan selama beberapa tahun dan telah berada di Museum Amsterdam sejak proyek restorasi yang panjang selesai tahun lalu.

Baca juga:  Wisata Danau Toba Diharapkan Kian Mendunia Usai Kunjungan Kerajaan Belanda

Sementara itu, juru kampanye anti-rasisme di Belanda menyambut baik langkah tersebut. Namun dia meminta Raja untuk mengambil tindakan lebih lanjut untuk menghadapi warisan kolonialisme.

"Dia mengatakan masa lalu tidak boleh dilihat dari perspektif dan nilai-nilai masa kini," kata Mitchell Esajas, salah satu pendiri The Black Archives di Amsterdam.

"Saya pikir itu keliru karena juga dalam konteks sejarah perbudakan dapat dilihat sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan sistem kekerasan,” lanjutnya.

Kritikus mengatakan bahwa satu sisi kereta kuda, yang disebut De Gouden Koets, dihiasi dengan gambar yang mengagungkan masa lalu kolonial negara itu.

Kereta emas itu tidak lagi digunakan sejak 2015. Kereta ini secara tradisional digunakan untuk membawa Raja Belanda ke pembukaan parlemen.

Langkah ini dilakukan di tengah perdebatan yang sedang berlangsung di negara itu mengenai sejarah kereta emas itu.

Gambar kontroversial yang ditampilkan pada kendaraan itu disebut Tribute from the Colonies, dan menggambarkan orang kulit hitam dan Asia - salah satunya berlutut - menawarkan barang-barang termasuk kakao dan tebu kepada seorang wanita muda kulit putih yang duduk yang melambangkan Belanda. Duduk di sebelahnya adalah seorang pria yang menawarkan sebuah buku kepada seorang anak laki-laki.

Menurut pelukis karya itu, Nicolaas van der Waay, karya pada 1896 ini dimaksudkan untuk menggambarkan hadiah "peradaban" Belanda kepada koloni-koloninya.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang Belanda telah mendesak negara itu untuk memperhitungkan masa lalu kolonialnya.

Seperti diketahui, selama abad ke-17, Belanda menaklukkan sebagian besar wilayah di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Indonesia, Afrika Selatan, Curaçao, dan Papua Barat, dan menjadi pemain kunci dalam perdagangan budak transatlantik.

Tahun lalu, Walikota Amsterdam, Femke Halsema, secara resmi meminta maaf atas peran kota tersebut dalam perdagangan budak.

Langkah itu membuatnya berselisih dengan Perdana Menteri (PM) Mark Rutte, yang telah menolak seruan untuk permintaan maaf negara secara resmi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini