2. Desa Sindangresmi, Banten
E (39) harus kehilangan dua bayi kembarnya usai melahirkan, pada Sabtu (1/5/2021). Peristiwa ini terjadi di Kampung Lebakgedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Untuk dapat pergi ke Puskesmas guna membantu persalinannya, E harus ditandu oleh warga karena akses jalan masuk desa yang rusak parah.
Nahas, ketika ditandu menggunakan sarung dan bilah kayu, ia sempat terjatuh. Sambil menahan sakit pada bagian perut, E masih harus menempuh perjalanan menggunakan ambulans untuk sampai ke Puskesmas yang dituju. Ia melahirkan kedua bayinya secara prematur di Puskesmas. Namun, satu bayi meninggal dunia saat masih dalam kandungan, sementara bayi lainnya hanya mampu bertahan selama enam menit sebelum akhirnya meninggal dunia.
Baca juga: Aksi Heroik Petugas Evakuasi Ibu Melahirkan Lewati Tangga Sempit
3. Desa Huku Kecil, Maluku
Warga Desa Huku Kecil, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, harus membawa seorang ibu hamil yang akan melahirkan. Wanita berinisial YL (40) itu akan melahirkan bayinya di fasilitas kesehatan terdekat dari desa tersebut, Puskesmas Elpaputih. Namun, untuk mencapai lokasi, ia harus ditandu sejauh 37 kilometer sebelum dapat mencapai Puskesmas.
Setelah melahirkan bayinya pada Jumat (20/8/2021), YL sempat mengalami syok karena kondisinya yang tidak stabil. Desa tempatnya tinggal tidak memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, sehingga ia terpaksa ditandu melewati hutan lebat, hingga bukit batu dan lumpur untuk mendapat perawatan yang layak.
Baca juga: Wanita Ini Melahirkan di Pesawat, Air Ketubannya Pecah di Ketinggian 30.000 Kaki