Share

4 Kota dengan Jumlah Pengemis Terbanyak di Dunia, Ada yang Mencapai 4,3 Juta Tunawisma

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 18 Januari 2022 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 18 2533393 4-kota-dengan-jumlah-pengemis-terbanyak-di-dunia-ada-yang-mencapai-4-3-juta-tunawisma-L3TQRNNxA4.jpg Ilustrasi pengemis (Foto: Okezone)

MANILA - Dilansir dari laman The World Economic Forum, diperkirakan sekitar 150 juta orang tidak memiliki tempat tinggal yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Ketiadaan tempat tinggal jelas ini  akan berdampak pada terjadinya pengangguran, gelandangan, dan pengemis.

Di Jakarta, mengutip situs Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, jumlah gelandangan dan pengemis di Ibu Kota pada 2020 berjumlah sebanyak 1.201 jiwa. Lagi-lagi, fakta di lapangan boleh jadi lebih besar angkanya. Realita ini tidak hanya dihadapi oleh Jakarta. Kota-kota di mancanegara, termasuk negara maju, juga memiliki masalah serupa.

Baca juga: Kemensos Percepat Pembangunan Rusun untuk Pengemis dan Gelandangan

1. Manila, Filipina

Filipina merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat di Asia Tenggara. Namun, negara ini memiliki masalah yang cukup besar dalam hal kehidupan yang layak bagi warga negaranya. Melansir The Borgen Project, ada sekitar 4,5 juta orang tunawisma, termasuk anak-anak, di Filipina yang berpenduduk 106 juta orang. Banyak alasan yang melatarbelakangi hal ini, antara lain kehilangan pekerjaan, pendapatan yang tidak mencukupi atau kurangnya pekerjaan yang stabil, kekerasan dalam rumah tangga hingga kehilangan rumah karena bencana alam.

Baca juga: 50 Tunawisma di BekasiTerjaring Razia dan Dibawa ke Rumah Singgah

2. New York dan Los Angeles, Amerika Serikat

Sebagai salah satu kota metropolitan paling sibuk di dunia, New York memiliki masalah terhadap gelandangan dan pengemis yang ada di kota tersebut. Di kota berpenduduk lebih dari 8,3 juta orang ini, hampir 80.000 pria, wanita, dan anak-anak tidak memiliki tempat tinggal. Melansir The Bowery Mission, setiap malam, hampir 2.400 orang tidur di jalan, di sistem kereta bawah tanah, atau di ruang publik lainnya. Selain itu, di Los Angeles, sebanyak 227 orang menjadi tunawisma setiap harinya. Kurangnya inisiatif pemerintah setempat dalam memberi bantuan berupa tempat tinggal yang layak pada para individu ini merupakan salah satu faktor mengapa angka gelandangan dan pengemis di sini sangat tinggi.

3. Moskow, Rusia

Sebanyak 3,4% populasi Rusia adalah gelandangan. Melansir RFERL, di Moskow yang merupakan kota terbesar dan paling makmur di Rusia, diperkirakan 300.000 orang kehilangan tempat tinggal, hidup di jalanan tanpa dokumen atau hak. Ini rupanya bukan merupakan hal yang baru di negara tersebut. Banyaknya gelandangan dan pengemis yang tersebar di Rusia telah terjadi sejak Perang Dunia II berlangsung.

4. Mexico City, Meksiko

Salah satu wilayah yang memiliki banyak gelandangan dan pengemis di Meksiko adalah Mexico City, yang memiliki lebih dari 300.000 orang gelandangan. Setengah dari angka ini merupakan anak-anak. Melansir Humanium, menurut Laporan Tahunan 2016 UNICEF, sepertiga penduduk Meksiko adalah anak-anak dan remaja, dengan 21 juta di antaranya hidup dalam kemiskinan. Pekerja anak-anak juga merupakan hal yang lumrah di negara ini. Masalah utama yang menyebabkan banyaknya gelandangan dan pengemis di negara ini adalah karena adanya masalah keluarga dan penganiayaan fisik yang dilakukan anggota keluarga pada anak-anak mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini